Kontingen Sepak Bola OKU Timur Tidak Ikut Porprov XlV di Lahat, Kadisporapar Bungkam, Ketua KONI Sebut Kurang Anggaran

oleh
Ilustrasi pemain sepakbola OKU Timur saat melakukan latihan dì Stadion Tebat Sari Martapura. Foto: Dokumen/idsumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan ke XlV di Kabupaten Lahat tampaknya tak menjadi perhatian serius Pemkab OKU Timur.

Pasalnya, hingga saat ini hanya ada 15 Cabang Olahraga (Caabor) yang dìberangkatkan Pemkab OKU Timur melalui Dìsporapar.

BACA JUGA: Korupsi Dana Hibah Pengawasan Pilkada, Mantan Ketua, Bendahara dan Kasek Bawaslu OKUS Dituntut 3,6 Tahun Penjara, Wajib Kembalikan Rp 569 Juta

Mirisnya lagi, sejumlah Cabor seperti Futsal dan Karate terpaksa berangkat sendiri dengan biaya mandiri atau patungan.

Namun, salah satu cabor Sepakbola yang menjadi favorit masyarakat Bumi Sebiduk Sehaluan justru tidak berangkat. Padahal, potensi atlet sepakbola OKU Timur cukup baik.

BACA JUGA:Motif Pèmbùnùh Balita 1,3 Tahun di OKU Selatan Terungkap, Pelaku Adalah Kakek Tiri Korban, Begini Kronologisnya

Polemik ini juatru mengundang pertanyaan besar masyarakat, kenapa Cabor Sepak Bola OKU Timue tidak dìberangkatkan mengikuti Porprov.

“Padahal SDM dan fasilitas sepakbola OKU Timur cukup bagus. Mulai dari pemain hingga stadion sudah mumpuni. Tapi kenapa Cabor Sepakbola tak ikut,” ungkap Tile salah satu penggemar olahraga sepakbola, Kamis 14 September 2023.

Sementara, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) OKU Timur H Onasis Arfa mengatakan, ada 15 cabor olahraga sudah mulai berangkat menuju Kabupaten Lahat untuk mengikuti ajang Porprov XlV tersebut.

“Ya, ada 15 cabor olahraga OKU Timur sudah dìberangkatkan. Sekarang dalam perjalanan ke Lahat,” ujar Onasis dìkonfirmasi wartawan.

BACA JUGA: Atlet Futsal OKU Timur Berangkat Porprov Pakai Dana Pribadi, Disporapar Kemana?

Saat dìtanya terkait kenapa cabor sepakbola tidak ikut serta di Porprov Lahat dan beberapa cabor berangkat pakai dana mandiri. Onasis menjelaskan, karena kekurangan anggaran untuk para atlet cabor.

“Kami tidak bisa memback up anggaran, jadi Dìsporapar lah yang memberangkatkan para atlet tersebut,” jelasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.