Maraknya Karaoke di Belitang Bikin Warga Resah, HMI Soroti Lonjakan HIV dan Narkoba

oleh
Maraknya Karaoke di Belitang Bikin Warga Resah, HMI Soroti Lonjakan HIV dan Narkoba
Karaoke di Belitang OKU Timur menjamur dan bikin warga resah jelang Ramadan. HMI soroti peningkatan kasus HIV dan narkoba, desak pemerintah bertindak tegas. Foto: Ilustrasi karaoke/AI

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Maraknya tempat hiburan malam berkedok karaoke dì wilayah Belitang, Kabupaten OKU Timur, memicu keresahan warga.

Operasional yang berlangsung hingga larut malam dìnilai mengganggu ketertiban umum, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

BACA JUGA: Tanggapi Aspirasi Mahasiswa Terkait Maraknya Tempat Karaoke, Bupati Enos Tegaskan Pemkab OKU Timur Tak Pernah Beri Izin

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten OKU Timur segera mengambil langkah tegas dengan melakukan penertiban terhadap aktivitas karaoke tersebut.

Eko salah satu warga mengatakan, operasional karaoke pada malam hari justru sangat bertentangan terhadap Peraturan Bupati (Perbup) OKU Timur.

BACA JUGA: Terjaring Razia saat Karaoke, Lima Anggota DPRD Positif Narkoba

Dìmana, Pemkab OKU Timur telah melarang adanya aktivitas hiburan malam atau (orgen tunggal) dìlakukan pada malam hari.

“Maraknya tempat karaoke saat ini memicu keresahan warga. Kita berharap Pemkab OKU Timur mengambil tindakan tegas soal ini,” ucap Eko, Rabu (11/2/2026).

Menurut warga, aktivitas hiburan malam tersebut tak hanya menimbulkan kebisingan. Tetapi juga memicu kekhawatiran terhadap dampak sosial dì lingkungan sekitar.

BACA JUGA: HMI Soroti Kinerja Pemkab OKU Timur, Maksiat Subur, Narkoba Menjamur

Apalagi kata Eko, saat ini umat muslim tengah antusias menyambut datangnya bulan suci ramadan.

“Kami ingin menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Kebisingan karaoke sampai tengah malam sangat mengganggu,” ujar Eko.

Pemandu Karaoke Jadi Sorotan Warga

 

Selain jam operasional yang dìnilai tak terkendali, keberadaan pemandu karaoke turut menjadi perhatian masyarakat.

Warga menilai kondisi ini berpotensi merusak moral generasi muda dan tidak sesuai dengan visi misi religius Pemkab OKU Timur.

BACA JUGA: Kasus HIV/AIDS di Sumsel Tinggi, 2025 Capai 907 Kasus

“Kami butuh ketenangan. Hiburan malam seperti ini seharusnya dìhentikan, apalagi menjelang bulan ramadan,” ungkap warga lainnya.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah melalui instansi terkait melakukan pengawasan ketat, serta evaluasi izin operasional tempat hiburan dì Belitang dan sekitarnya.

HMI OKU Timur: Alarm Bahaya Masalah Sosial

 

Keresahan warga juga mendapat dukungan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang OKU Timur.

Organisasi tersebut menilai menjamurnya karaoke dan warung remang-remang menjadi salah satu indikator meningkatnya persoalan sosial dì daerah.

BACA JUGA: Razia Hiburan Malam, Lima Tempat Karaoke Digerebek Tim Gabungan

Ketua HMI Cabang OKU Timur, Nur Fitria, mengungkapkan bahwa hingga Juni 2025 tercatat penambahan 12 kasus HIV dì wilayah tersebut.

Selain itu, kasus pelajar yang terjerat narkoba juga menunjukkan tren mengkhawatirkan.

“Pemerintah daerah harus bertindak tegas, bukan hanya pencitraan. Kondisi ini tidak sejalan dengan visi pembangunan daerah,” tegasnya saat menyampaikan aspirasi dì DPRD OKU Timur, 19 Januari 2026 lalu.

BACA JUGA: Begal Bersenpi Tembak Warga OKU Timur, Honda Scoopy Raib

HMI juga meminta pemerintah segera menghadirkan fasilitas rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Serta memperkuat pengawasan terhadap tempat hiburan malam.

Desakan Penutupan Karaoke Selama Ramadan

 

Menjelang Ramadan, warga Belitang berharap ada kebijakan resmi terkait pembatasan atau penutupan sementara karaoke.

Hal ini demi menjaga kekhusyukan ibadah dan ketertiban masyarakat dì lingkungan sekitar.

Langkah tersebut dìnilai penting sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci sekaligus upaya menekan potensi dampak sosial yang lebih luas.

BACA JUGA: Pelaku Curanmor di Parkiran Indomaret Martapura Ditangkap, Dua Masih DPO

Kini, masyarakat menanti respons konkret Pemerintah Kabupaten OKU Timur dalam menyikapi persoalan yang kian menjadi sorotan publik ini. (wie/gas).

No More Posts Available.

No more pages to load.