Masyarakat Menjerit, Harga Beras di OKU Timur Capai Rp 14 ribu Per Kilo, Ini Penjelasan Bupati Enos

oleh
Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT. Foto:Indra/idsumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Naiknya harga beras dì Kabupaten OKU Timur dalam sepekan terakhir mulai menimbulkan polemik dì masyarakat.

Pasalnya, Kabupaten OKU Timur terkenal sebagai daerah lumbung pangan, namun harga beras meroket naik sampai dì level Rp 14 ribu.

BACA JUGA: Hadapi Elnino, Dinas Pertanian OKU Timur Siapkan Bantuan Untuk Petani Masa Tanam Agustus dan September

Bahkan masyarakat mengaku kesulitan dengan kondisi saat ini. Sebab mayoritas masyarakat dì Kabupaten OKU Timur tidak semua berprofesi sebagi petani.

“Kita sangat kesulitan dengan kondisi ini. Sebagai daerah lumbung pangan, tetapi harga pangan justru tinggi. Solusi dari pemerintah apa?,” ungkap Yanto salah satu warga Martapura.

BACA JUGA: Petani Gagal Panen Akibat Elnino Akan Dapat Bantuan, Ini Penjelasan Kadin Pertanian OKU Timur

Yanto mengatakan, semestinya sebagai daerah lumbung pangan, Pemerintah Daerah bisa melakukan penyeimbangan terhadap harga beras.

“Kalau kondisi seperti ini tidak segera ada solusi, bisa-bisa masyarakat mati dì lumbung pangan. Kita berharap pemerintah segera mencarikan solusi tingginya harga beras tersebut,” harapnya.

Dìsisi lain, tingginya harga jual beras saat ini justru angin segar bagi para petani. Sebab, mereka bisa mendapatkan keuntungan yang cukup baik.

“Saat ini harga gabah saat panen mencapai Rp 6000 sampai Rp 6500 perkilo. Jadi kita lebih memilih jual gabah ketimbang beras,” ucap Ratno petani asal Semendawai Suku III.

BACA JUGA: Panen Raya di Belitang II, Bupati Enos Target 1 Juta Ton GKP dan GKG Tahun ini

Menyikapi hal ini, Bupati OKU Timur Ir H Lanosin ST menjelaskan, berdasarkan Nilai Tukar Petani (NTP) tingginya harga saat ini justru angin segar untuk para petani OKU Timur.

Sebab, NTP ini sempat menjadi kendala bagi para petani. Dan saat ini NTP telah melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Bupati menjelaskan, tingginya harga beras saat ini memang berdampak terhadap masyarakat. Terkhusus bagi daerah bukan penghasil pangan.

Bupati menyebutkan, arahan dari Presiden beberapa waktu lalu, untuk mengatasi inflasi ini pemerintah daerah harus turun melakukan penyeimbangan harga.

BACA JUGA: Masuk Musim Kemarau, Dinas Pertanian Klaim Produksi Padi dì OKU Timur Masih Stabil

“Jadi intruksi pemerintah pusat, masyarakat yang terkena imbas dampak inflasi ini akan mendapatkan bantuan beras. Namun saat ini kita masih menunggu intruksi, kapan beras bantuan itu akan dìbagikan,” ungkap Bupati Enos.

Selain bantuan dari pemerintah pusat, Pemkab OKU Timur juga saat ini tengah menyiapkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak inflasi tersebut.

“Kita juga akan menyiapkan bantuan untuk masyarakat terdampak inflasi dan harga beras tinggi ini. Kemudian, kita juga akan mencarikan solusi agar harga beras ini bisa dìseimbangkan,” jelas Bupati.

Dalam kesempatan terdebut, Bupati juga menghibau agar para petani yang melakukan tanam ke 3 atau IP300 tidak menjual semua hasil panennya, karena tergiur dengan harga tinggi.

BACA JUGA: Grand Opening Sego Entok Luweng Kapok Lombok Dina Wong, Ini Tiga Menu Best Seller Yang Wajib Dicoba

Namun, Bupati menyarankan agar petani juga bisa menyetok hasil panennya untuk kebutuhan pangan sendiri. Sehingga stok kebutuhan pangan, terkhusus beras masih stabil dan aman.

“Kita juga telah mengintruksikan dinas terkait agar bisa menghimbau para petani untuk tidak menjual semua hasil panen. Sebab, situasi yang kurang baik ini, petani juga harus menyetok hasil panen, jangan cuma tergiur harga tinggi, tetapi nantinya stok pangan tidak ada,” pungkas Bupati. (gas).

No More Posts Available.

No more pages to load.