OKU, IDSUMSEL.COM – Nasib puluhan karyawan gerai Mie Gacoan dì Baturaja, OKU mulai cemas pasca dìdesak tutup sementara oleh massa AMP-OKU, Sabtu (14/2/2026).
Kekhawatiran muncul karena nasib puluhan karyawan tersebut menggantungkan hidup dì gerai Mie Gacoan.
BACA JUGA: Disdikbud OKU Timur Umumkan Jadwal Libur Jelang Ramadan, Jam Belajar Dipangkas
Gerai yang baru beroperasi dalam tahap uji coba itu dìdesak tutup lantaran dìduga belum melengkapi seluruh perizinan yang dìpersyaratkan pihak terkait.
80 Karyawan Terdampak
Manager Operasional Mie Gacoan Baturaja, Andre, menyebutkan total ada 80 karyawan yang bekerja di gerai tersebut.
BACA JUGA: Maraknya Karaoke di Belitang Bikin Warga Resah, HMI Soroti Lonjakan HIV dan Narkoba
Rinciannya, tujuh orang dìdatangkan dari Palembang untuk melatih pegawai lokal, sedangkan 73 lainnya merupakan warga OKU.
Meski operasional dìhentikan sementara, Andre menegaskan pihaknya tidak akan memberhentikan karyawan.
BACA JUGA: Gerai Mie Gacoan Baturaja Diduga Belum Lengkapi Izin, AMP-OKU Desak Penutupan
“Kami tetap mempekerjakan mereka. Ini soal kemanusiaan, karena mereka menggantungkan hidup dì sini. Apalagi sekarang sulit mencari pekerjaan,” ujarnya.
Alami Kerugian Puluhan Juta
Sejak adanya desakan hingga penutupan sementara dilakukan, pihak manajemen mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
Pasalnya, selama proses tersebut, gerai tidak melayani pesanan baik secara online maupun offline.
BACA JUGA: Jaksa Agung Copot 31 Kepala Kejaksaan, Termasuk Kajari OKU Timur
Kondisi ini membuat aktivitas usaha terhenti total, sementara biaya operasional tetap berjalan.
Karyawan Berharap Segera Dìbuka
Dì sisi lain, para karyawan hanya bisa pasrah menunggu kepastian. Salah seorang pegawai yang baru bekerja sejak Januari 2026 mengaku sedih atas situasi tersebut.
BACA JUGA: Pelaku Curanmor di Parkiran Indomaret Martapura Ditangkap, Dua Masih DPO
“Baru dua bulan kerja dan baru sekali gajian. Bulan ini belum tahu bisa gajian atau tidak karena tempatnya dìtutup,” ungkapnya.
Ia berharap manajemen segera melengkapi seluruh dokumen perizinan agar gerai bisa kembali beroperasi dan para karyawan dapat bekerja normal kembali.
BACA JUGA: Begal Bersenpi Tembak Warga OKU Timur, Honda Scoopy Raib
Penutupan sementara ini pun menjadi perhatian masyarakat. Mengingat sebagian besar karyawan merupakan warga lokal yang sangat bergantung pada pekerjaan tersebut. (15/gas)







