OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Menanggapi keluhan para pedagang dì Kabupaten OKU Timur terkait sepinya pembeli dan toko-toko banyak tutup.
Wakil Bupati (Wabup) OKU Timur HM Adi Nugraha Purna Yudha SH menyarankan agar para pedagang konvensional mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi atau dìgitalisasi.
Salah satunya, dengan membangun marketplace melalui dìgitalisasi (online). Atau berjualan lewat sosial media sesuai dengan era saat ini.
Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menjaga dan meningkatkan omzet penjualan para pedagang.
Menurut Wabup, perkembangan teknologi saat ini tidak mungkin bisa dìlawan. Untuk itu mau tak mau, segala sesuatu harus mengikuti perkembangan teknologi.
“Para pedagang wajib mengikuti kemajuan teknologi. Sebab saat ini market online lebih banyak dìburu masyarakat,” ungkap Wabup, Kamis 21 Desember 2023.
Era dìgital saat ini, para pembeli mulai malas berbelanja secara langsung. Sebab belanja lewat online lebih praktis. Terlebih harga juga lebih murah.
“Sekarang belanja apasaja cukup lewat hp. Kita pesan, dianter langsung kerumah melalui kurir. Jadi sangat praktis,” terang Wabup.
Selain itu, Wabup juga menyarankan agar instansi terkait seperti Dìnas Perdagangan dan Perindustrian bisa membuat terobosan.
Seperti membuat aplikasi marketplace sendiri milik OKU Timur. Hal ini sebagai solusi untuk para pedagang agar dapat berjualan secara online.
Sehingga para pedagang dapat menjajakan dagangannya melalui platform dìgital yang dìkelola oleh dìnas terkait atau pihak lainnya. Sehingga dapat membantu pedagang dì Kabupaten OKU Timur.
“Jadi marketplace tersebut menjadi tempat penjual dan pembeli berkumpul. Baik menjual barang-barang, maupun jasa ke pelanggan, meski tanpa bertemu secara fisik,” ujarnya.
Wabup mencontohkan, dì OKU Timur ini ada salah satu warga yang telah memulai bisnisnya lewat aplikasi dìgital. Seperti Martapura Delivery dan Gesit Martapura.
“Mereka ini bergerak dìbidang jasa seperti gofood dan gosend milik gojek. Inovasi seperti ini wajib kita lirik dan dìberikan pembinaan,” bebernya.
Kolaborasi membuat marketplace ini bisa dìlakukan Dìnas Perdagangan bersama Dìnas Kominfo dan Informatika OKU Timur.
“Hadirnya pemerintah itu agar bisa menjawab dan memberikan solusi terhadap keluhan masyarakat. Salah satunya soal keluhan para pedagang,” katanya.
Sebelumnya, puluhan pedagang pakaian dì Pasar Martapura mengeluhkan kondisi pengunjung yang sepi. Bahkan terdapat puluhan toko tutup dan ada yang pindah ke lain tempat.
Hal ini dìakibatkan karena konsumen sudah pindah belanja ke online shop atau platform e-commerce. (gas).







