OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – SMPN 1 Martapura menggelar pelepasan siswa-siswi kelas IX tahun pelajaran 2023/2024.
Sebanyak 246 siswa-siswi kelas IX ini secara resmi dìkembalikan kepada orang tua dan wali murid.

Acara pelepasan pelajar dìtandai dengan pengalungan gordon hingga sungkeman terhadap orang tua wali murid secara serentak.
Kegiatan dìhadiri Bunda Literasi OKU Timur dr Hj Sheila Noberta, Kasi Kebudayaan Dìsdikbud Dr H Ahmad Roni, Ketua Komite dan ratusan orang tua wali murid.
Kepala SMPN 1 Martapura Hj Sugiyani Natalia MPd menyampaikan ucapan terima kasih kepada wali murid kelas IX atas kepercayaannya menitipkan ananda menimba ilmu dì Spentura.
Tiga tahun lalu kata Sugiyani, annada kelas IX masih kecil-kecil, namun saat ini sudah tumbuh besar. Serta telah menimba ilmu selama tiga tahun.
“Hari ini kami kembalikan anak-anak kepada bapak ibu, dengan utuh. Silahkan ananda melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ucap Sugiyani.
Sugiyani berpesan, agar para alumni senantiasa menjaga akhlak, karakter dan nama baik sekolah. Serta tidak melupakan guru-guru dì SMPN 1 Martapura.
Sugiyani menyampaikan, para siswa-siswi sebelumnya telah melaksanakan ujian sekolah. “Saat ini kita sedang menunggu hasil pengumuman kelulusan. Kita berdoa semua siswa-siswi kelas IX lulus semua,” ujarnya.
Sugiyani menceritakan, selama ini pihak sekolah telah mendidik siswa-siswi dengan baik. Sebab para guru mengangap mereka orang tua kedua semua pelajar.
“Jadi dì sekolah ini semua pelajar kita perlakukan sama. Saya mewakili dewan guru mohon maaf kepada orang tua jika selama tiga tahun ini terdapat kesalahan dalam mendidik ananda sekalian,” paparnya.
Ia menerangkan, sebagian anak didik Spentura sudah mendaftar ke sekolah lebih tinggi. Ada empat orang yang sudah dìterima sekolah bergengsi.
Seperti Muhammad Fari Zaki Darmawan dìterima SMA dì Sumsel. Perjuanggnya masuk sekolah ini tidak mudah, sebab SMA Sumsel ini merupakan sekolah bergengsi.
Kemudian ada Anggita yang juga dìterima SMA dì Sumsel. Serta Rippala Judaza sukses masuk SMA Kusuma Bangsa (Kumbang).
Perjuangan masuk SMA Kumbang ini kata Sugiyani bukan hal mudah. Karena sekolah ini bergengsi dan saingannya sangat ketat. Lalu Rifana dìterima dì SMA Unggulan Jombang.
Dengan melihat hasil ini tambah Sugiyani, membuktikan bahwa lulusan SMPN 1 Martapura mampu bersaing dengan daerah lain.
“Harapan kami, capaian ini dapat terus berlanjut dan menjadi semangat adik kelas mereka kedepannya. Semoga anak-anak kelas IX dapat mencapai cita-cita,” ujarnya.
Sementara, perwakilan wali murid dr Sheila Noberta, SpA MKes mengucapkan terimakasih kepada semua dewan guru SMPN 1 Martapura.
Tanpa peran dari semua guru dalam mendidik dan membimbing anak-anak kelas IX, tentu tidak akan sampai pada titik ini.
Momen perpisahan kata Bunda Literasi OKU Timur ini, menjadi momen mengharu biru dan campur aduk. Sebab anak-anak akan berpisah kepada bapak ibu guru dan teman-temannya.
“Saya teringat momen masa sekolah saat perpisahan seperti ini. Rasanya bercampur, ada sedih ada juga rasa senang. Karena akan berpisah melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ungkap Sheila.
Dalam kesempatan itu, Sheila juga mengucapkan selamat berpisah kepada anak-anak kelas IX SMPN 1 Martapura.
Bahkan, Sheila berpesan agar anak-anak memiliki cita-cita yang tinggi dan mampu menggapainya dìkemudian hari.
“Cita-cita yang ananda tanamkan harus tinggi. Apapun latar belakang keterbatasan, jangan patah semangat. Karena peluang kedepan sangat terbuka, untuk itu perjuangkan dengan sungguh-sungguh,” pesannya.
Sheila menambahkan, jika semangat dalam mencapai cita-cita telah tertanam, maka untuk mencapai itu anak-anak harus melanjutkan jenjang pendidikan.
Sebab kata Sheila, perjalanan untuk mencapai cita-cita ini perlu kerja keras, semangat dan mental pantang menyerah. Karena perjalanan menuju cita-cita banyak liku-liku.
“Jangan lupa untuk selalu ibadah dan berdoa kepada Allah SWT. Karena semua yang kita impikan akan mudah terwujud jika Allah SWT menghendaki. Selain itu para siswa-siswi juga haru semangat berikhtiar,” pungkasnya. (gas).







