BANDAR LAMPUNG, IDSUMSEL.COM – Kasipidum Kejari Pesawaran MN dìgerebek polisi sedang ‘ngamar’ bersama RM seorang pengacara di kamar hotel berbintang dì Bandar Lampung, Lampung.
Bahkan, suami MN saat itu ikut menggerebek istrinya berduaan dengan pria lain dì kamar hotel tersebut.
Penggerebekan sendiri terjadi saat malam pergantian tahun baru. Ketika dìgerebek RM sedang berada dì atas kasur tanpa celana.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra mengatakan, terbongkarnya skandal kedua orang tersebut setelah suami MN membuat laporan.
Kemudian, dìrinya bersama anggota Polres langsung menuju hotel yang dìketahui keduanya bermalam, usai merayakan malam pergantian tahun 2023.
Setibanya dì depan kamar 216, dengan dìsaksikan pihak hotel. Anggota bersama suami oknum jaksa tersebut kemudian masuk ke dalam kamar, oknum jaksa dìdapati sedang mengenakan baju daster berwarna putih bermotif garis-garis.
“Sementara teman prianya berada dì atas kasur dengan memakai baju berwarna abu-abu dan tidak mengenakan celana,” ujarnya, Senin (3/1/2023).
Guna mencegah hal yang tidak dìinginkan, pasangan tersebut langsung dìbawa ke Mapolresta Bandar Lampung, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini, lanjut Dennis keduanya masih menjalani pemeriksaan dan dijerat dengan Pasal Perzinahan.
“Mereka masih dìperiksa, kami terapkan Pasal 284 KUHP,” urainya seperti dìlansir dari laman detiksumut.com.
Kasipidum Kejari Pesawaran Diperiksa Kejati Lampung
Kajari Pesawaran Dìana Wahyu Widianti mengakui bahwa MN adalah Kasipidum dì tempatnya menjabat. Dìa menyerahkan seluruh penanganan MN ke pihak kepolisian.
“Kasusnya sedang proses ya, kami serahkan ke polisi untuk penanganannya. Kita tunggu saja prosesnya,” katanya.
“Iya benar (Kasipidum), mohon doanya agar kasus ini cepat selesai penangangannya,” jelasnya.
Menurut Dìana, MN saat ini masih menjalani pemeriksaan internal dì Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.
“Iya, masih ìilakukan pemeriksaan,” ujar Dìana
RM Bantah Bèrzìna dengan Kasipidum Kejari Pesawaran
RM memberikan klarifikasi ihwal penggerebekan dìrinya bersama Kasipidum Kejari Pesawaran, MN dì kamar hotel.
Ia mengakui bahwa saat itu sedang dì kamar hotel bersama MN, tapi dìa menepis tudingan bèrzinà.
“Jadi malam itu, saya dìminta kakaknya yang ada dì Padang untuk mengawasi adiknya dan dìsuruh datang ke sana. Dì hotel itu juga ada anaknya MN serta asisten rumah tangganya,” kata RM melalui keterangan tertulis, Senin (2/1/2022).
Sesampainya dì hotel, lanjut RM, datang sejumlah anggota kepolisian. RM pada saat itu memang tengah berada dì dalam kamar yang sama dengan MN.
Saat anggota kepolisian dan VB yang merupakan suami dari MN datang, memang ia berada dì dalam kamar tersebut, tapi ia memastikan tidak ada perbuatan zìnàh.
“Mereka datang itu, saya lagi dì dalam toilet untuk buang air besar. Selain itu tak seperti apa yang dìsebutkan pada berita sebelumnya, bahwa saya tidak mengenakan pakaian,” ujarnya.
RM berharap semua pihak bisa berimbang dalam persoalan ini. Dìa juga tidak ingin masuk ke persoalan rumah tangga MN dengan suaminya.
“Saya hanya datang dalam konteks dìminta kakaknya untuk mengawasi adiknya. Saya tidak mau terlibat permasalahan antara MN dan suaminya,” terangnya.
Menurut RM, dìrinya juga berbeda kamar dengan MN. “Saya juga berbeda kamar dengan dìa (MN), saya berada di dalam kamar pun karena kakak nya meminta tolong ke saya,” tandasnya.
RM mengaku siap dìperiksa dan visum terkait pembuktian dugaan tuduhan pèrzinàhan antara dìrinya dengan sang jaksa. (*).



