OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM– Bendung Perjaya yang terletak dì Desa Perjaya, Kecamatan Martapura, kini tidak hanya berperan sebagai pengatur aliran irigasi untuk lahan pertanian.
Lebih dari itu, kawasan ini telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat OKU Timur dan sekitarnya, terutama saat sore menjelang malam.
BACA JUGA: Bendung Perjaya, Surga Senja Gratis di Martapura OKU Timur
Setiap akhir pekan, suasana dì sekitar bendung dìpenuhi pengunjung dari berbagai kalangan. Mulai anak muda hingga keluarga.
Angin sejuk, pemandangan senja yang memesona, dan deretan pedagang kaki lima menciptakan suasana rekreasi yang sederhana namun penuh kehangatan.
Lokasi Sunset dan Jajanan Lokal
Saat matahari mulai terbenam dan langit berubah warna menjadi jingga keemasan, suasana dì Bendung Perjaya menjadi sangat fotogenik.
BACA JUGA: Kamsinah, Jamaah Haji OKU Timur Meninggal Dunia di Mekkah
Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengungjung. Baik kalangan muda maupun keluarga.
“Saya ke sini seminggu bisa dua kali. Kadang ngerjain tugas, kadang cuma nongkrong sambil beli jajanan,” kata Rama (23), mahasiswa asal Buay Madang.
Menurut Rama, tempatnya nyaman, gratis, dan langit senjanya cantik banget. “Ini semacam spot healing versi lokal,” ucapnya.
BACA JUGA: Rumah Tradisional di Palembang, Simpan Sejarah Warisan Budaya
Tak hanya anak muda, keluarga juga menjadikan Bendung Perjaya sebagai alternatif wisata murah meriah.
Lia (28), ibu rumah tangga asal Cidawang, mengaku sering membawa anak-anaknya untuk bermain dì area ini.
“Dari pada anak dì rumah main HP terus, lebih baik ajak ke sini. Bisa piknik kecil-kecilan sambil beli makanan ringan,” ujarnya sambil tersenyum.
BACA JUGA: Tragis, Nenek Lumpuh Jadi Korban Kekerasan Seksual Cucu Sendiri
Peluang Ekonomi Warga Lokal
Berkembangnya Bendung Perjaya sebagai tempat wisata juga membawa berkah ekonomi bagi para pelaku usaha mikro.
Salah satunya adalah Yora, pedagang minuman dan makanan ringan yang kini memiliki lapak tetap di area tersebut.
“Dulu saya jualan keliling, sekarang Alhamdulillah bisa tetap buka di sini,” katanya.
Penghasilannya lumayan, apalagi akhir pekan. Ia berharap ada fasilitas tambahan dari pemerintah.
BACA JUGA: Tujuh Tempat Wisata Menarik di OKU Timur, Cocok Jadi Tempat Healing Bersama Teman dan Keluarga
“Seperti tempat duduk, lampu, dan toilet umum,” ujar Yora pada Minggu (8/6/2025).
Hal serupa dìrasakan oleh Junaidi, penjual bakso dan sosis bakar. Ia memilih pindah berjualan ke area bendung karena pengunjung yang semakin ramai.
Sebelumnya ia berjualan di tempat lain, tapi sejak sini ramai, ia pindah. Penghasilannya juga cukup stabil.
BACA JUGA: Gerebek Rumah Tempat Pesta Nàrkobà, Polisi Tangkap Pelaku BF dan Sita Tiga Paket Sàbù
“Selain rezeki, dì sini juga terasa kekeluargaannya, baik antar pedagang maupun dengan pengunjung,” ucapnya sambil menyajikan dagangannya yang masih mengepul hangat.
Potensi Wisata, Butuh Sentuhan Pemerintah
Fenomena Bendung Perjaya menunjukkan bahwa ruang publik bisa menjadi penggerak ekonomi sekaligus pusat interaksi sosial yang sehat.
Dengan sedikit sentuhan dari pemerintah daerah seperti perbaikan fasilitas, penataan kawasan, dan promosi berkelanjutan.
BACA JUGA: Pelaku Pemerkosaan di OKU Selatan Ditangkap, Wik-Wik Korban di Kebun Jagung
Sebab kata dia, lokasi ini sangat berpotensi menjadi ikon wisata OKU Timur berbasis komunitas.
“Tempat ini bisa banget jadi destinasi unggulan kalau dìkelola serius. Apalagi sudah banyak konten viral dì media sosial tentang bendung ini,” kata Aldi salah satu pemuda Martapura yang hobi memotret langit senja dì area tersebut.
Bendung Perjaya bukan sekadar bendungan pengairan. Ia telah menjelma sebagai ruang hidup yang mengalirkan lebih dari sekadar air.
BACA JUGA: Belitang OKU Timur, Jejak Sejarah dan Kemajuan Sebagai Lumbung Padi Sumsel
Tetapi juga harapan, kehangatan, dan kebahagiaan bagi masyarakat sekitarnya. Dengan dukungan semua pihak, kawasan ini bisa menjadi contoh sukses pengelolaan ruang publik berbasis lokalitas. (gas).






