OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM– Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah OKU Timur, H Prioyitno SPd MM menegaskan, bahwa bulan suci Ramadan merupakan momentum penting untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut dìsampaikannya usai warga Muhammadiyah dì Kabupaten OKU Timur melaksanakan salat tarawih dan memulai puasa Ramadan 1447 Hijriah lebih awal berdasarkan metode hisab, Rabu (18/2/2026).
BACA JUGA: 36 Pejabat OKU Timur Dilantik, H Rusman Resmi Sekda Definitif
Menurut Prioyitno, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Lebih dari itu, Ramadan adalah sarana pembinaan spiritual untuk membentuk karakter yang lebih baik.
Ramadan kata Prio, adalah madrasah ruhani. Puasa tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perbuatan tercela.
“Ini momentum untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan kesabaran, kejujuran, dan ketakwaan,” ujarnya.
BACA JUGA: Kapolres OKU Timur Resmikan Gedung SPPG, Tekankan Kolaborasi
Tingkatkan Kepedulian terhadap Kaum Duafa
Prioyitno juga mengajak umat Islam dì OKU Timur untuk menjadikan Ramadan sebagai waktu yang tepat memperkuat solidaritas sosial, terutama kepada kaum duafa dan fakir miskin.
Menurutnya, semangat berbagi dan membantu sesama harus semakin dìtingkatkan selama bulan suci.
Ia berharap masyarakat dapat memperbanyak sedekah, infak, dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
BACA JUGA: Mendikdasmen Resmikan Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Langkah Stategis Lahirkan Generasi Unggul
“Ramadan harus menjadi penguat persatuan dan kepedulian sosial. Mari kita jaga ukhuwah, baik dì lingkungan keluarga, masyarakat, maupun antarorganisasi,” tegasnya.
Sikapi Perbedaan dengan Tasamuh
Terkait perbedaan awal Ramadan, Prioyitno menekankan pentingnya sikap tasamuh atau saling menghormati.
Ia menilai perbedaan dalam penentuan awal puasa merupakan hal yang biasa terjadi dan tidak perlu menjadi sumber perpecahan.
“Yang terpenting adalah menjaga suasana tetap kondusif dan penuh persaudaraan. Perbedaan harus kita sikapi dengan bijak,” katanya.
BACA JUGA: Jaksa Agung Copot 31 Kepala Kejaksaan, Termasuk Kajari OKU Timur
Ia pun mengajak umat Islam untuk lebih mendalami dan mengamalkan Al-Qur’an selama Ramadan. Sehingga nilai-nilai Islam dapat terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat perbaikan diri dan kepedulian sosial, Prioyitno berharap Ramadan 1447 H dì OKU Timur menjadi momentum memperkuat iman.
Serta dapat meningkatkan ketaqwaan, mempererat persatuan dan membangun masyarakat yang berakhlak dan berkeadaban. (gas).


