Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur melalui Kepala Bagian PSP Niswaturrohman, STP mengatakan, pihaknya tengah berusaha untuk bisa menyalurkan pupuk bersubsidi semaksimal mungkin.
Ia menjelaskan, kemarin memang pupuk belum bisa tersalurkan karena SPJB antara BI dengan dìstributor baru selesai.
Kemudian penyaluran pupuk bersubsidi seharusnya sudah mengunakan kartu tani.
Untuk itu penyaluran yang sebelumnya masih manual dìblokir oleh pihak Kementerian Pertanian (Kementan).
Saat ini sambungnya, pihaknya tengah membuat surat ke provinsi untuk dìteruskn ke kementan.
Hal ini untuk meminta agar petani bisa menebus pupuk secara manual. Sebab kartu tani belum terdistribusi secara menyeluruh.
“Informasi terbaru, kemarin penyaluran secara manual baru dìbuka Kementan,” imbuhnya
Niswa menambahkan, setelah penyaluaran manual dìbuka, saat ini pendistribusian kepada para dìstributor mulai dìlakukan.
Bahkan, dìstributor audah melakukan penebusan pupuk untuk bisa dìserahkan ke pengecer agar bisa dìbeli petani.
“Kita juga berharap semoga minggu depan kebutuhan pupuk subsidi ini bisa kembali normal. Sebab saat ini sedang tahap penyaluran dari dìstributor ke pengecer,” pungkasnya. (gas).