Putus Cinta, Remaja di OKU Timur Tèwàs Gantung Dìrì dì Tobong Bata

oleh
Anggota Polsek Semendawai Suku III saat mengevakuasi korban gàntung dìrì. Foto: istimewa

Selanjutnya pihak keluarga langsung menghubungi Yusuf selaku Kadus dan pihak kepolisian.

Barang bukti yang dìamankan yakni tali tambang warna biru, satu pasang sendal jepit merk swalow. Serta tumpukan batu bata yang dìgunakan untuk berpijak.

Selanjutnya pada pukul 07.00 WIB, Kades Karang Endah bersama pihak keluarga, perangkat desa dan masyarakat juga kelokasi.

“Saat evakuasi anggota kepolisian langsung menurunkan jenazah korban dari kayu tempat pengikat tali,” ungkapnya.

Korban dìturunkan dengan cara memotong tali bagian tengah simpul. Lalu pihaknya membawa jenazah ke rumah duka.

“Setelah kita melakukan pemeriksaan tidak ada tanda – tanda kekerasan. Dan ini memang murni korban gantung diri,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban ini sempat ada permasalahan dengan pacarnya.

Sehingga membuat korban dìduga frustasi dan mengakhiri hidupnya dengan gàntung dìri.

“Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan takdir,” ucapnya.

Kemudian, atas permintaan pihak keluarga keberatan jenazah dìbawa ke Rumah Sakit.

Selain itu, pihak keluarga menolak untuk dìlakukan visum dan autopsi.

“Hal ini dìtuangkan dengan surat pernyataan dari pihak keluarga,” pungkasnya. (**).

No More Posts Available.

No more pages to load.