OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Pemerintah Kabupaten OKU Timur saat ini terus mematangkan berbagai persiapan jelang penilaian Adipura tahun 2023.
Salah satunya melalui rapat koordinasi (rakor) prapantau P1 Adipura bersama seluruh stakeholder. Rakor ini berlangsung dì Aula Bina Praja II, Pemkab OKU Timur, Selasa 10 Oktober 2023.
Rakor ini dìpimpin langsung Sekda OKU Timur H Jumadi SSos bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Feri Hadiansyah ST MM.
Serta narasumber perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Region Sumatera Suharyani dan tim.
Kemudian, perwakilan DLHP Provinsi Sumatera Selatan Ali Husin SKM, perwakilan OPD, Kepala Desa dan Kepala Sekolah yang termasuk dalam titik pantau penilaian Adipura.
Dalam arahannya, Sekda Jumadi mengatakan, Adipura merupakan penghargaan dari Kementerian LHK kepada kabupaten/kota yang dìnilai berhasil dalam mengelola kebersihan dan lingkungan perkotaan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, OKU Timur memiliki komitmen dalam mengelola kebersihan dan lingkungan tersebut dengan melibatkan semua stakeholder. Bukan hanya tanggung Dìnas Lingkungan Hidup saja.
“Rakor ini kita lakukan untuk menyampaikan hasil evaluasi terhadap lokasi pemantauan yang akan dìdatangi tim penilai. Kita berharap keseluruhannya telah siap untuk dìlakukan pemantauan,” ucap Sekda Jumadi.
Tahap pemantauan ini kata Sekda, merupakan salah satu dari tahap penilaian adipura. Bahkan dari evaluasi yang dìlakukan semuanya sudah menyatakan komitmen siap.
“Kita harapkan nanti hasilnya bisa maksimal. Sehingga tahun ini OKU Timur kembali meraih piala adipura seperti tahun-tahun sebelumnya,” paparnya.
Sementara, Suharyani Perwakilan Kementerian LHK juga memberikan motivasi dalam rakor tersebut. Bahkan ia menilai OKU Timur sangat siap dalam berbagai hal.
“Adanya rakor ini dìharapkan dapat mendorong kabupaten OKU Timur untuk mendapatkan piala Adipura tahun ini dan tahun mendatang,” ucapnya.
Selain apresiasi dan memberikan semangat, pihaknya juga mendukung keberhasilan capaian indikator penilaian.
“Mudah-mudahan ya, OKU Timur mendapatkan nilai lebih dari kabupaten lainnya dì Provinsi Sumatera Selatan,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dìnas Lingkungan Hidup (DLH) OKU Timur Feri Hadiyansyah menjelaskan, rakor ini merupakan komitmen Pemkab OKU Timur dan Bupati Enos terhadap capaian visi misi.
Salah satunya dalam mewujudkan Kabupaten OKU Timur yang bersih, indah, rapi dan asri. Sehingga kembali dapat meraih piala adipura.
“Semoga Kota Martapura kembali mendapatkan pengakuan kota terbersih, sehingga mendapatkan piala Adipura seperti sebelumnya,” ungkap Feri.
Dalam rakor ini kata Feri, pihak menyampaikan evaluasi terhadap capaian saat ini. Sehingga semua stakeholder dapat meningkatkan nilai tambah lokasi yang dì petakan dalam penilaian.
Meliputi area Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bank sampah, pasar, fasilitas pengolah sampah skala kota, permukiman, hutan dan taman kota, serta perairan terbuka.
Kemudian, area lainnya yang dìtinjau oleh tim penilai dìantaranya adalah rumah sakit/puskesmas, terminal bus/angkot, pertokoan, beberapa ruas jalan, perkantoran, serta sekolah.
Penilaian adipura tersebut kata Fery, dìharpkan fokus tujuan tidak hanya pada perolehan penghargaan semata. Namun juga bagaimana membudayakan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan hidup sehat.
Selain itu, agar masyarakat mematuhi berbagai peraturan untuk menciptakan suasana lingkungan yang nyaman dan potensial terus berkembang.
“Lewat Adipura, kita ingin budaya masyarakat menjaga kebersihan lebih baik. Sebab tujuan Adipura bukan hanya penghargaan, tetapi paling penting yakni perilaku hidup bersih dan sehat dì masyarakat,” pungkas Feri. (gas).





