Saluran Irigasi Jebol, Petani di Tiga Kecamatan Kesulitan Air dan Terancam Gagal Panen, Dinas Pertanian Kemana?

oleh
Kondisi saluran irigasi dì BK 19 mengalami kekeringan bisa berimbas terhadap tanaman padi petani mengalami kekeringan dan terancam gagal panen. Foto: wie/idsumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Petani padi dì wilayah Kecamatan Belitang II, Semendawai Suku III dan Semendawai Timur mengalami kesulitan pasokan air untuk mengaliri sawah.

Hal ini dìsebabkan karena saluran air irigasi Bendungan Komering (BK) 19 kering dan sedang mengalami perbaikan akibat jebol.

Kondisi ini membuat para petani cemas. Bagaimana tidak jika aliran irigasi kering maka pasokan air untuk sawah para petani juga ikut kering.

Dayat salah satu Petani asal Kecamatan Belitang II mengaku kondisi kekeringan ini sudah berlangsung beberapa pekan.

Bahkan, pihak Pemkab OKU Timur melalui Dìnas Pertanian belum melakukan upaya apapun untuk membantu para petani.

“Jadi air sama sekali tidak mengalir mulai dari BK 18 hingga ke hilir. Kondisi ini sangat menyulitkan kita, terlebih hujan juga jarang turun,” ungkapnya, Minggu 14 Juli 2024.

Dayat mengatakan, jika hal ini terjadi dalam waktu cukup lama. Maka para petani harus membuat sumur bor agar pasokan air sawah bisa tercukupi.

“Kalau kita tak buat sumur bor, maka dìpastikan akan gagal panen. Apalagi pembuatan sumur bor juga menambah biaya lagi,” keluhnya.

Petani mengharapkan Pemkab OKU Timur bisa membantu mencarikan solusi atas permasalahan tersebut. Jangan hanya selalu mengkampanyekan target produksi saja.

“Kita minta Pemkab membantu dan memberikan solusi bagi petani. Seperti pembuatan sumur bor dan bantuan alat mesin sedot,” terangnya.

Karena takut gagal panen kata Dayat, saat ini banyak petani membuat sumur bos secara mandiri. Tetapi air yang dì hasilkan tetap kurang maksimal.

“Sampai saat ini Pemkab OKU Timur maupun Dìnas Pertanian belum ada upaya apa-apa. Kekurangan air ini masalah besar yang kita alami,” bebernya.

Sementara, Aliman petani asal Kecamatan Semendawai Suku III juga mengungkapkan hal serupa.

Ia sangat mengeluhkan kondisi sawah yang kekurangan pasokan air. Bahkan 5 hari sekali petani melakukan penyedotan sumur bor.

Jika tidak kata Aliman, maka tanaman padi miliknya akan layu dan menguning. “Kalau tidak sedor air sumur bor, maka sawah akan kering dan bisa dìpastikan gagal panen,” ucapnya.

Terlebih kata dìa, perbaikan irigasi dì BK 19 berdasarkan informasi yang dìrerimanya akan memakan waktu yang cukup lama.

Tentu hal ini perlu dìsikapi oleh pemerintah daerah. Bagaimana hasil panen mau banyak, jika petani kesulitan air.

Aliman menjelaskan, dì Kecamatan Semendawai Suku III yang mengalami kesulitan air dì antaranya Desa Sukamulya, Taraman dan Taraman Jaya.

Sementara untuk Kecamatan Semendawai Timur dan Belitang II hampir mayoritas semuanya kesulitan air.

“Kita terpaksa membuat sumur bor secara manual pak, itupun air yang keluar tidak maksimal,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Junadi SP MM saat dìkonfirmasi terkait keluhan para petani ini belum memberikan respon. (wie/gas).

No More Posts Available.

No more pages to load.