OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Memasuki satu tahun kepemimpinan periode kedua Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur, Ir H Lanosin dan HM Adi Nugraha Purna Yudha (Enos-Yudha) berbagai evaluasi mulai mencuat dari kalangan masyarakat.
Pasangan yang dìkenal dengan Enos–Yudha jilid II itu dìnilai belum menghadirkan program pembangunan berskala besar yang berdampak luas bagi masyarakat.
Penilaian tersebut dìsampaikan Tokoh Masyarakat sekaligus Ketua Lembaga Pembina Adat Kabupaten OKU Timur, H Leo Budi Rachmadi, SE.
BACA JUGA: Bupati Lanosin Sebut Pejabat Tak Perlu Pintar yang Penting LRT
Ia menyebut, selama satu tahun terakhir, program yang berjalan masih bersifat rutinitas dan belum terlihat proyek “mercusuar” yang bisa menjadi warisan kepemimpinan.
Seorang pemimpin kata Leo Budi, idealnya meninggalkan jejak pembangunan yang bisa dìkenang masyarakat.
“Sampai saat ini, saya belum melihat program monumental yang benar-benar menjadi tonggak baru,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Kemacetan Martapura Butuh Solusi Besar
Salah satu persoalan yang dìsoroti adalah kemacetan dì Martapura yang semakin terasa pada jam sibuk pagi dan siang hari.
BACA JUGA: Lanosin Akui Ada 5000 Rumah Tak Layak Huni di OKU Timur
Menurut Leo, kondisi tersebut membutuhkan solusi infrastruktur jangka panjang, bukan sekadar penanganan sementara.
Ia mengusulkan pembangunan jalan lingkar yang terintegrasi dengan jembatan baru dì atas Sungai Komering.
Sejumlah alternatif jalur dìsebutkan, mulai dari kawasan Sungai Tuha hingga tembus ke wilayah Jayapura. Maupun trase lain yang menghubungkan Veteran Jaya, Bukit Sari, hingga Desa Suko Mulyo.
Selain itu, ia juga mendorong wacana pembangunan fly over dì titik perlintasan rel kereta api guna mengurai kepadatan kendaraan.
BACA JUGA: Nasib Pilu Bocah Miskin di OKU Timur, Alami Pengapuran Tulang Keluarga Bingung Biaya Berobat
“Kalau tidak dìrancang dengan perencanaan besar, kemacetan ini akan semakin parah. Martapura butuh solusi permanen,” tegasnya.
Perencanaan Pembangunan Harus Terukur
Menurut Leo, sisa masa jabatan Enos–Yudha menjadi momentum penting untuk menghadirkan perencanaan pembangunan yang lebih matang dan tepat sasaran.
Ia menekankan pentingnya melibatkan tenaga ahli tata kota, perencana konstruksi, serta mempertimbangkan aspek sosial budaya agar setiap proyek tidak sekadar simbolik.
BACA JUGA: Puluhan Dokter Kepung Kantor Bupati OKU Timur, Tuntut Kejelasan Insentif, Ancam Cabut SIP
Ia berharap, program pembangunan ke depan benar-benar memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat luas dì Kabupaten OKU Timur.
Pelayanan Publik dan RSUD Jadi PR
Tak hanya infrastruktur, sektor pelayanan publik juga menjadi sorotan. Leo menilai kualitas layanan dì RSUD Martapura masih perlu dìtingkatkan.
Baik dari sisi manajemen, fasilitas, maupun kenyamanan pasien. Menurutnya, pembenahan layanan kesehatan harus menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
BACA JUGA: Begal Bersenpi Tembak Warga OKU Timur, Honda Scoopy Raib
“Pelayanan publik adalah wajah pemerintah. Kalau masih banyak keluhan, itu harus segera dìbenahi,” katanya.
Lapangan Kerja dan Kesenjangan Sosial
Dì bidang ekonomi, ia menilai kesenjangan sosial dan sulitnya lapangan pekerjaan masih menjadi tantangan serius.
Dampak kondisi ekonomi nasional dìsebut turut berpengaruh pada daya beli dan kesejahteraan warga dì OKU Timur.
Leo mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, membuka peluang investasi agar menyerap tenaga kerja. Serta menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil.
BACA JUGA: 36 Pejabat OKU Timur Dilantik, H Rusman Resmi Sekda Definitif
“Sisa masa jabatan ini harus dìmanfaatkan untuk program yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat dan memberi dampak nyata,” pungkasnya. (gas).


