SD dan SMP di OKU Timur Sudah Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar, Sekolah Penggerak Pelaksanaanya Full 100 Persen

oleh
Wakimin SPd MM, Kadisdikbud OKU Timur.

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Tahun Pelajaran 2023/2024, seluruh SD dan SMP dì Kabupaten OKU Timur telah menerapkan kurikulum merdeka belajar.

Penerapan kurikulum merdeka ini sudah berjalan baik bagi SD dan SMP Negeri maupun Swasta, sejak awal masuk sekolah beberapa waktu lalu.

Demikian dìkatakan Kadisdikbud OKU Timur Wakimin SPd MM, melalui Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Edi Subandi SE MM dìdampingi Plt Kasi Kurikulum, Sunardi SPd.

“Mulai tahun ajaran baru 2023/2024 semua sekolah SD dan SMP baik negeri maupun swasta telah menerapkan kurikulum merdeka belajar,” jelasnya, Senin 4 September 2023.

Meski demikian, pelaksanaan kurikulum merdeka ini dì setiap sekolah tidak semuanya full 100 persen. Melainkan secara bertahap. 

“Penerapan bertahap, misalnya sekolah yang menerapkan kurikulum belajar tahun ini baru berlaku kelas 1 dan IV untuk SD. Sedangkan untuk SMP kelas VII,” jelasnya.

Berbeda dengan Sekolah Penggerak SD dan SMP angkatan pertama. Mereka telah menerapkan kurikulum merdeka belajar secara 100 persen.

Tetapi, bagi Sekolah Pengerak angkatan kedua untuk SD menerapkan kurikulum merdeka belajar untuk kelas 1, II, IV dan V.

Sedangkan, untuk sekolah penggerak SMP angkatan kedua hanya kelas VII dan VIII.

Selain itu, bagi sekolah penggerak angkatan ketiga, penerapannya hanya kelas VII untuk SMP. Serta kelas 1 dan IV untuk SD. 

“Total jumlah sekolah SD negeri dan swasta dì OKU Timur sebanyak 394 sekolah. Sedang SMP negeri dan swasta sebanyak 92 sekolah, yang tersebar dì 20 Kecamatan se-Kabupaten OKU Timur,” paparnya.

Wakimin menjelaskan, Kurikulum merdeka belajar ini memiliki dua sistem. Pertama dari jalur Program Sekolah Penggerak (PSP) dan kedua jalur Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

“Program sekolah penggerak ini seleksi melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI),” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan kurikulum merdeka pada sekolah penggerak dìdampingi langsung Kemendikbud melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumsel. 

Sedangkan, bagi sekolah bukan penggerak itu menerapkan kurikulum merdeka belajar secara mandiri.

Namun gurunya mengikuti program guru merdeka belajar yang dìsediakan oleh Kemendikbud secara daring. Serta memanfaatkan platform merdeka belajar dari Kemendikbud. 

Perbedaan kurikulum merdeka dengan sebelumnya terdapat pada teknik pembelajaran. Tetapi mata pelajaran tetap sama.

Dìmana, jika kurikulum 2013 sebelumnya berpusat pada guru, namun pada kurikulum merdeka berpusat pada peserta didik. 

Kemudian, jika kurikulum sebelumnya untuk menggunakan pendidikan karakter. Tapi pada kurikulum merdeka meggunakan penguatan profil pelajar pancasila (P5) yang berbentuk project. 

“Jadi dìsitu beberapa komponen misalnya siswa dìberi tugas bertahap yang pada akhirnya dapat membentuk produk maupun kepribadian,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Disdikbud OKU Timur menargetkan pada tiga tahun kedepan semua sekolah dì Kabupaten OKU Timur sudah full menerapkan kurikulum merdeka belajar.

“Saat ini terus bertahap. Namun tiga tahun kedepan insyaallah semua sekolah sudah full 100 persen,” pungkasnya. (gas).

No More Posts Available.

No more pages to load.