OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – SMA Negeri 3 Martapura resmi menerapkan sistem boarding school atau sekolah berasrama mulai Tahun Ajaran baru 2026/2027.
Kebijakan ini menjadi langkah baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis karakter dan prestasi akademik dì Kabupaten OKU Timur.
Penetapan SMAN 3 Martapura sebagai SMA berasrama tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Nomor: 067/4169/SMA.2/DISDIK.SS/2026.
BACA JUGA: Assyfa Kurniawan Putri Pelajar SMAN 3 Martapura Sumbang Emas dì Popda Sumsel
Dengan status tersebut, sekolah kini mengintegrasikan sistem pembelajaran dan pembinaan siswa selama 24 jam.
Siapkan 32 Kamar Asrama
Kepala SMAN 3 Martapura, Bambang Siswanto, SAg menyampaikan, pihak sekolah telah menyiapkan 32 kamar asrama untuk siswa putra dan putri.
“Alhamdulillah, dari sisi sarana dan prasarana kami sudah siap. Tersedia 32 kamar asrama yang dapat dìhuni dua sampai lima siswa per kamar,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
BACA JUGA: 36 Pejabat OKU Timur Dilantik, H Rusman Resmi Sekda Definitif
Setiap kamar kata Bambang, dìrancang untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dengan sistem pengawasan dan pembinaan terjadwal.
Konsep ini dìharapkan mampu membentuk kedisiplinan, kemandirian, serta tanggung jawab bagi peserta dìdik.
Sosialisasi Boarding School Lewat Pesantren Kilat
Dalam tahap awal penerapan boarding school dì SMAN 3 Martapura membuka kesempatan bagi siswa kelas X. Namun pelajar kelas XI dan XII yang berminat juga bisa mengikuti boarding school.
BACA JUGA: Miris!! Guru di OKU Timur Dilaporkan ke Polisi Gegara Tegur Siswa Sering Tak Masuk Sekolah
Sosialisasi telah dìlakukan kepada orang tua dan siswa agar proses transisi menuju sistem berasrama berjalan optimal. Ke depan, program ini akan dìterapkan secara penuh sesuai kesiapan dan evaluasi sekolah.
“Saat ini kita sudah mulai sosialisaskan apa itu boarding school kepada siswa dan masyarakat sekitar. Salah satunya melaluo kegiatan pesantren kilat,” bebernya.
Fokus Penguatan Karakter dan Prestasi
Meski menerapkan sistem boarding school, proses pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum nasional. Namun, terdapat tiga fokus utama dalam pengembangannya.
BACA JUGA: Kecelakaan Tragis, Pelajar Tewas Terlindas Truk LPG di Belitang
Yakni, Penguatan keagamaan, melalui pembiasaan ibadah dan pembinaan moral dì lingkungan asrama.
Kemudian, pengembangan life skill, seperti kepemimpinan, manajemen waktu, dan tanggung jawab sosial.
Serta, pembinaan olimpiade sains dan akademik, untuk mendorong prestasi siswa dì tingkat regional maupun nasional.
Pihak sekolah menegaskan bahwa boarding school bukan sekadar fasilitas tempat tinggal, melainkan sistem pembinaan terpadu.
BACA JUGA: Intruksikan Sekolah Wajib Pagi Ceria Hari Pertama Semester Genap
Tujuannya tak lain jelas untuk mencetak generasi unggul, baik secara akademik maupun berkarakter kuat.
Dengan penerapan sistem ini, SMAN 3 Martapura menjadi salah satu model SMA berasrama dì Sumatera Selatan serta mampu menjawab kebutuhan pendidikan berkualitas dì Kabupaten OKU Timur. (gas).


