Selain itu, detail riasan yang tegas namun tetap lembut menggambarkan karakter masyarakat OKU Timur yang tangguh, sederhana dan bersahaja.
Meski demikian, masyarakat memiliki potensi besar dalam menopang kebutuhan pangan nasional.
BACA JUGA: Warga Mangulak Laporkan Oknum Satresnarkoba ke Propam Polda Sumsel
“Unsur garis dan aksen simetris pada riasan kami maknai sebagai keseimbangan antara alam, manusia, dan kebijakan pembangunan pertanian,” tambahnya.
Promosikan Jurusan Tata Rias Sekolah
Melalui narasi visual bertema Dwi Sri tersebut, Kabupaten OKU Timur tidak hanya dìtampilkan sebagai daerah penghasil pangan.
Tetapi juga sebagai wilayah dengan identitas budaya yang kuat, selaras dengan alam, serta memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Norma Yunita menambahkan, kegiatan lomba ini menjadi sarana penting bagi siswa SMK Mahkota Buana untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan dì bidang tata rias.
Selain itu, ajang ini juga berfungsi sebagai media promosi sekolah kepada masyarakat luas. Dìmana, sekolah dì OKU Timur ada juga jurusan tata rias.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat semakin mengenal bahwa dì OKU Timur terdapat SMK yang memiliki jurusan tata rias sebagai salah satu bidang keahlian unggulan,” pungkasnya. (wie/gas).






