OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) OKU Timur resmi meningkatkan kapasitas layanan cuci darah dengan menambah jumlah mesin hemodialisa menjadi 12 unit.
Penambahan mesin hemodialisa merupakan kabar baik bagi pasien gagal ginjal dì Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.
BACA JUGA: Dampak Video Viral Ambulans Habis BBM, Direktur RSUD Martapura Mengundurkan Diri
Direktur RSUD OKU Timur, dr Sugihartono MSc menjelaskan, sebelumnya rumah sakit hanya memiliki empat unit mesin cuci darah.
Hal ini menyebabkan antrean panjang pasien yang membutuhkan terapi hemodialisa secara rutin.
Melihat kebutuhan yang semakin tinggi, pihak rumah sakit mengajukan penambahan ke BPJS Kesehatan.
BACA JUGA: Pelayanan RSUD OKU Timur Makin Lengkap, Sediakan Layanan Hemodilisa, Produksi Oksigen Hingga KJSU
“Alhamdulillah, pengajuan kita dìsetujui sebanyak 12 unit mesin baru,” ungkap dr Sugihartono, Jumat 18 April 2025.
Dengan adanya tambahan mesin ini, RSUD OKU Timur mampu melayani hingga 72 pasien cuci darah per bulan.
“Ini sangat membantu dalam memangkas antrean dan mempercepat pelayanan,” ujar dr Sugihartono.
BACA JUGA: Polres OKU Timur Tangkap Kurir Sabu Lintas Kabupaten
Penambahan mesin hemodialisa ini tidak hanya meningkatkan kapasitas layanan rutin, tetapi juga mendukung penanganan darurat.
Terutama bagi pasien yang membutuhkan tindakan cepat akibat komplikasi gagal ginjal.
Hal ini sejalan dengan komitmen RSUD OKU Timur dalam memberikan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat setempat.
BACA JUGA: Naura, Bocah 10 Tahun yang Hilang Ditemukan Meninggal
Selain memperkuat layanan hemodialisa kata dr Sugi, RSUD OKU Timur juga dìlengkapi lima unit ambulans yang siaga 24 jam.
Armada tersebut siap melayani pasien dalam kondisi gawat darurat maupun rujukan ke rumah sakit dì Palembang apabila dìperlukan.
dr Sugihartono juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan ginjal dengan menerapkan pola hidup sehat.
BACA JUGA: Mobil Suzuki Carry Tabrak Honda Beat, PNS di OKU Timur Tewas
Ia menyarankan agar masyarakat menghindari konsumsi berlebihan minuman berenergi yang berisiko merusak fungsi ginjal dalam jangka panjang.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten OKU Timur dalam memperkuat akses dan kualitas layanan kesehatan.
BACA JUGA: Naura Artika Syaputri Wakili Indonesia di Bangkok Kids International Fashion Week 2025
Harapannya, masyarakat tidak perlu lagi bepergian jauh ke kota besar untuk mendapatkan perawatan medis yang memadai. (gas).


