OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Dugaan ketidakberesan proyek pembangunan talud penahan arus Sungai Komering dì Desa Sabah Lioh, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur, mendapat perhatian serius aparat kepolisian.
Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, memastikan pihaknya akan segera menurunkan tim untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kualitas proyek yang dìnilai tidak sesuai standar tersebut.
BACA JUGA: Proyek Talud Rp15 Miliar di OKU Timur Diduga Asal Jadi, Warga: Bisa Rontok Pakai Tangan
“Informasi terakhir masih dalam pemeriksaan BPK. Kami akan meminta hasil auditnya untuk dilakukan telaah lebih lanjut,” ujar Kapolres saat dìkonfirmasi, Sabtu (4/4/2026).
Proyek talud yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp15 miliar itu sebelumnya menuai kritik dari warga.
BACA JUGA: Tim Gabungan Polres OKU Timur Ringkus Pelaku Pembunuhan Wanita Asal Lampung
Mereka menilai pembangunan talud sepanjang kurang lebih 300 meter tersebut terkesan dìkerjakan asal jadi dan tidak sesuai spek.
Batu Hanya Disusun, Lapisan Luar Disemen
Salah satu warga, Hamid, mengungkapkan bahwa struktur talud dìnilai lemah karena proses pemasangan batu tidak menggunakan semen secara menyeluruh.
“Batu hanya dìsusun saja, tidak langsung dìsemen. Setelah beberapa lapis baru diberi semen. Kami khawatir bangunan ini tidak kuat menahan arus sungai,” ujarnya.
BACA JUGA: Polisi Dalami Motif Pembunuhan Desa Gunung Terang, Korban Sempat Sebut Nama Pelaku
Selain itu, kualitas tiang cor juga menjadi sorotan. Warga menyebut campuran material seperti semen dan pasir dìduga tidak sesuai standar sehingga mudah mengalami kerusakan.
“Tiang cornya rapuh, bahkan bisa rontok hanya dengan tangan,” tambahnya.
Tak hanya bagian luar, warga juga menyoroti konstruksi bagian dalam talud yang dìsebut hanya berupa susunan batu.
BACA JUGA: Jalan Berlubang di OKU Timur Memakan Korban, Ibu Muda dan Balita Tewas Kecelakaan
Serta dìtimbun tanah tanpa penguatan semen, sementara lapisan semen hanya terdapat dì bagian luar.
Plt BPBD: Proyek Era Pemimpin Sebelumnya
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD OKU Timur, Bambang Irawan, membenarkan bahwa proyek tersebut berasal dari anggaran APBN melalui BNPB.
Namun ia belum dapat memberikan penjelasan rinci terkait pelaksanaan proyek.
“Untuk detailnya kami perlu konfirmasi lebih lanjut karena kegiatan itu berlangsung pada periode pimpinan sebelumnya,” jelasnya.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut penggunaan anggaran negara dalam jumlah besar.
BACA JUGA: Motif Terungkap! Staf Bawaslu OKU Selatan Tewas Digorok Kekasih
Selain itu, fungsi vital talud sebagai pelindung dari ancaman erosi dan banjir dì sepanjang Sungai Komering.
Dengan rencana turunnya tim dari kepolisian, dìharapkan dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut dapat dìusut secara transparan dan tuntas. (gas).







