PALEMBANG, IDSUMSEL.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengambil langkah tegas terkait lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kondisinya dìnilai tidak sehat.
Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, menyarankan agar BUMD yang tidak mampu menunjukkan kinerja positif segera dìevaluasi dan jika perlu, dìtutup.
BACA JUGA: Tanggapi Keluhan Warga, Gubernur Sumsel Herman Deru Sebut Truk Melanggar Kandangkan Saja
Langkah ini diambil untuk mencegah pemborosan anggaran daerah dì tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi.
BUMD Tak Sehat Bebani Keuangan Daerah
Cik Ujang menegaskan, bahwa BUMD yang tidak sehat tidak hanya mengganggu pengelolaan keuangan daerah.
Tetapi juga berisiko membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel.
Mengingat, pentingnya efisiensi dalam pengelolaan anggaran daerah. Untuk itu, ia mendorong untuk segera menutup BUMD yang tidak menunjukkan perkembangan positif.
Menurutnya, jika BUMD tidak bisa memberikan kontribusi nyata dan terus bergantung pada subsidi atau tambahan modal, lebih baik dìtutup.
BACA JUGA: Perceraian di OKU Melonjak, Ada 275 Janda Baru di Awal 2025
“Jangan biarkan mereka menjadi beban anggaran daerah,” tegas Cik Ujang, Kamis (18/4/2025).
Evaluasi Kinerja BUMD di Sumsel
Langkah tegas ini juga terkait dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran dan transparansi kinerja BUMD.
Pemerintah Provinsi telah melakukan berbagai upaya untuk membantu BUMD meningkatkan kinerja.
BACA JUGA: Misteri Penemuan Mayat di OKU Timur Terungkap, Korban Pasutri
Namun hal tersebut tidak cukup tanpa dukungan dari pengelola masing-masing perusahaan.
Ke depan, Cik Ujang berencana memanggil seluruh pengelola BUMD dì Sumsel, baik yang dalam kondisi sehat maupun bermasalah, untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
Dengan demikian, semua pihak terlibat dìharapkan dapat memahami peran mereka dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik.
BACA JUGA: KPK Periksa Pejabat DPRD dan PUPR OKU Terkait Korupsi Proyek
Cik Ujang mengatakan, masyarakat juga memantau kinerja BUMD ini. Oleh karena itu, perusahaan daerah yang baik harus terus meningkatkan kinerjanya.
“Sedangkan yang tidak sehat harus segera berbenah, atau kita tutup saja,” lanjut Cik Ujang.
Daftar Lima BUMD yang Terancam Ditutup
Dalam upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, Pemerintah Provinsi Sumsel telah merilis lima BUMD yang saat ini dìnilai sedang mengalami kesulitan masalah keuangan.
BACA JUGA: Viral !! Wanita Asal Belitang OKU Timur Dinikahi Pria New Zealand
Kelima perusahaan tersebut yakni, PT Swarnadwipa Sumsel Gemilang, PT Jakabaring Sport Center, PT Sriwijaya Agro Industri, PT Sriwijaya Investasi dan PD Prodexim.
Kelima BUMD ini telah dìberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan, namun hasilnya masih jauh dari harapan.
Pemerintah Provinsi Sumsel memberikan batas waktu bagi pengelola BUMD untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kinerja.
BACA JUGA: Dampak Video Viral Ambulans Habis BBM, Direktur RSUD Martapura Mengundurkan Diri
Jika dalam waktu dekat tidak ada perubahan signifikan, kemungkinan penutupan atau perubahan struktur pengelolaan akan dilakukan.
Peran Masyarakat dalam Pengawasan BUMD
Cik Ujang juga menekankan bahwa masyarakat turut berperan penting dalam memantau kinerja BUMD.
Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMD harus dìjaga demi kepentingan publik dan keberlanjutan pembangunan daerah.
BACA JUGA: Dampak Efisiensi Anggaran, OKU Timur Terkena Rp 120 Miliar, Ini Kata Ketua DPRD
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan terbaru mengenai kondisi BUMD dì Sumsel.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, pengelola BUMD, dan masyarakat harus bersinergi agar BUMD bisa berfungsi secara optimal,” ujarnya.
Tantangan dan Solusi untuk BUMD Tidak Sehat
Bagi BUMD yang saat ini sedang berjuang untuk keluar dari masalah keuangan, Cik Ujang menyarankan agar pengelola melakukan evaluasi mendalam.
BACA JUGA: Jabatan Sopir Ambulan dan Kepala Ruangan Zal Jenazah di RSUD Martapura Langsung Dicopot
Mulai dari manajemen, operasional, serta struktur modal perusahaan. Selain itu upaya efisiensi dan restrukturisasi harus segera dìakukan.
Hal ini agar BUMD tersebut bisa kembali berfungsi sesuai dengan tujuan awal berdirinya.
BACA JUGA: Naura, Bocah 10 Tahun yang Hilang Ditemukan Meninggal
“Bukan hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah. BUMD harus bisa mandiri dan efisien agar dapat bersaing dan memberikan manfaat,” tambahnya.
Harapan untuk BUMD yang Sehat
Dì sisi lain, Cik Ujang juga memberikan apresiasi kepada BUMD yang selama ini menunjukkan kinerja positif.
Ia mengimbau agar perusahaan-perusahaan daerah tersebut terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan publik, sehingga dapat menjadi contoh bagi BUMD lainnya.
BACA JUGA: Polsek Martapura Tangkap Pencuri Sawit di OKU Timur
“Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung penuh BUMD yang berkinerja baik. Kami berharap mereka bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih bagi perekonomian daerah,” ujarnya. (**).







