OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Jumlah korban akibat kecelakaan Bus Putra Sulung dengan KA Eskpres Rajabasa dì Desa Kotabaru, Kecamatan Martapura dìtaksir berjumlah belasan orang.
Informasi yang berhasil dìhimpun, terdapat 17 orang penumpang mengalami luka-luka dan 1 meninggal dunia akibat kecelakaan tràgìs tersebut.
Korban yang meninggal yakni Nazarudin Asof (19) warga Desa Karang Endah, Kecamatan Semendawai Suku III, OKU Timur.
Saat ini korban meninggal telah dìbawa kerumah duka oleh pihak keluarga. “Saat ini korban tengah dalam perjalanan kerumah duka,” ungkap Beni Kades Karang Endah melalui via telpon.
Sementara, pantauan dì RSUD Martapura belasan korban yang mengalami luka-luka masih dìtangani petugas medis.
Bahkan, ada beberapa pasien juga langsung dìrujuk ke Rumah Sakit dì Baturaja dan Belitang oleh pihak keluarga yang bersangkutan.
Selain itu, Kapolres OKU Timur AKBP Dwi Agung Setyono bersama Waka Polres Kompol Polin Pakpahan langsung meninjau lokasi kecelakaan.
Kapolres dan rombongan melihat langsung kondisi penumpang yang tengah mendapatkan pertolongan medis dì RSUD Martapura.
Dìketahui, Bus Putra Sulung dengan Nopol BE 7037 FU bertolak dari Belitang hendak menuju pulau Jawa.
Bus warna Biru tua itu mengangkut puluhan penumpang dengan tujuan Jakarta dan Bandung.
Sekitar pukul 13.20 WIB, Bus tersebut melintas dì jalan Pertanian, Kotabaru, Kecamatan Martapura.
Saat tiba dì TKP, perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Bus itu dìketahui setop dìtengah-tengah rel.
Anton salah satu sukarelawan yang menjaga pelintasan melihat langsung kejadian tersebut.
“Pas kejadian aku baru nyampai, dan markirkan motor, rencana mau duduk sebentar nonton youtube,” katanya, sambil menjelaskan bahwa yang mengatur pelintasan ada rekannya Yoga.
Yoga mengaku saat baru tiba, bus Putra Sulung warna Biru itu tiba-tiba berhenti tepat dìtengah pelintasan dengan kondisi mesin masih hidup.
Kemudian Anton mendengar suara klakson kereta. Lansung berteriak akan bus cepat maju.
Saat bersamaan, ia juga melihat beberapa penumpang berlari hendak keluar mobil.
“Karena sudah dekat, tabrakan tidak bisa dìhindari. Bahkan ada sekitar 5 penumpang terpental keluar Bus, sembari terseret kereta,” ceritanya.
Dalam kondisi panik, Anton berteriak dan berlari membantu para penumpang yang terpental.
Pasca kejadia, Sopir dan kernetnya langsung kabur dari lokasi kejadian. Namun identitasnya telah berhasil dìantongi.
“Mengenai sopir bus dan kernet masih kabur, tapi identitasnya telah kita kantongi,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Dwi Agung Setyono SIK melalui Kasat Lantas AKP Panca Mega Surya.
Meski demikian, Kasat memastikan terdapat satu korban jiwa meninggal dunia akibat kecelakaan Bus Putra Sulung tersebut.
“Secara umum, korban meninggal 1 orang. Luka-luka ada 17 orang,” kata Panca dìdampingi Kanit Gakum Aiptu Sukri.
Dari 17 korban yang mengalami luka-luka, 15 orang dìrawat dì RSUD Martapura. Sedangkan 2 orangainnya dì rawat dì Baturaja.
“Saat ini pihaknya masih melakukan lidik,” ungkapnya singkat sembari menjelaskan masih mendata jumlah korban secara lengkap. (gas).







