Sontak, istri korban berteriak dan menyuruh anaknya yang berusia 3 tahun untuk meminta bantuan ke tetangga.
Mendengar kabar itu, warga sekitar langsung ramai mendatangi rumah korban.
Bahkan anggota Babinsa dan anggota Polsek Martapura juga langsung membantu proses evakuasi.
Namun na’as, saat jasad korban berhasil dìturunkan, nyawanya tidak tertolong dan telah meninggal dunia.
Sementara, menurut keterangan pihak kepolisian yang datang ke TKP. Korban dìduga tèwàs karena bùnuh dìrì.
“Menurut penuturan istri, korban ini dìduga depresi sehingga nekat mengakhiri hidupnya,” ungkap Panit I Unit Reskrim Polsek Martapura Iptu Miming Wijaya SE MM.
Miming menjelaskan, korban juga kata istrinya memiliki kepribadian mudah minder.
Selain itu, korban kerap tidak mau bercerita kepada keluarga ketika ada masalah.
“Pihak keluarga korban juga sepakat untuk tidak melakukan otopsi,” jelas Iptu Miming. (gas).