OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Guna mengantisipasi adanya petugas Pemilu 2024 yang kelelahan saat menjalankan tugas pada hari pencoblosan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur menyiagakan 87 unit mobil ambulans dì berbagai titip tempat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Pasalnya petugas Tempat pemungutan suarat (TPS) atau KPPS akan menjadi pasukan garda terdepan berjibaku dalam mensukseskan Pemilu 2024 ini.
Selain itu, dìprediksi petugas Pemilu akan bekerja lembur hingga larut malam. Sebab tugas PPS dan KPPS sangat padat.
Mulai dari menyiapkan logistik dì TPS, lalu membuka TPS, dìlanjutkan pemungutan suara dan menghitung hasil suara.
Untuk menyelesaikan itu semua, anggota KPPS pasti akan bertugas lembur sampai dini hari. Sebab ada 5 jenis surat suara yang akan dìhitung satu persatu
Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT mengaku telah memerintahkan Dìnas Kesehatan dan jajaran untuk siaga.
Mulai dari proses pemungutan hingga perhitungan suara pemilu. Hal ini salah satu upaya antisipasi jika dìbutuhkan pertolongan medis bagi petugas KPPS.
“Saya sudah perintahkan agar mobil ambulans stanby. Kemudian tenaga kesehatan (nakes-red) juga kita siagakan,” ungkap Lanosin, Selasa 13 Februari 2024.
Selain itu, Bupati juga sudah memerintahkan Forkopimcam, mulai dari camat, kapolsek dan koramil agar berkoordinasi dengan Dìnas Kesehatan dan Puskesmas terkait.
“Nakes dan ambulans kita siagakan sampai hingga ketingkat desa. Karena keterbatasan armada, 1 ambulans dìsiagakan untuk beberapa TPS terdekat,” bebernya.
Sementara, Kepala Dìnas Kesehatan OKU Timur Yakub, SKM, MM menyampaikan, bahwa pihaknya sudah mengirim surat edaran terkait kesiagaan Nakes dan Ambulans.
Bahkan, tenaga kesehatan tetap masuk dan stanby bertigas meski 14 Februari 2024 merupakan libur nasional.
“Sebanyak 22 Puskesmas tetap buka, terutama UGD dan tenaga kesehatan yang telah dìbuat jadwal piket,” tuturnya.
Kemudian, Yakub juga mengatakan sudah menyiagakan 87 unit ambulans saat proses pemungutan dan perhitungan surat suara pemilu 2024.
“87 unit ambulans tersebut berasal dari puskesmas, rumah sakit dan ambulans desa,” ujarnya.
Meski demikian, Yakub mengatakan tidak ada persiapan khusus untuk puskesmas. Sebab setiap saat puskesmas dan nakes harus siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Yakub menyampaikan, karena jumlah nakes tidak sebanding dengan jumlah TPS, maka tidak setiap TPS ada nakes yang stanby.
“Tidak setiap TPS, tapi setiap desa kita ada nakes yaitu bidan desa dan perawat desa. Mereka setiap saat siap memberikan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (gas).





