OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Banjir meluas kembali melanda wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.
Hingga Sabtu, 10 Januari 2026, tercatat sebanyak 2.624 rumah atau kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang merendam enam kecamatan.
BACA JUGA: Banjir di Wilayah Belitang, Rumah Warga Terendam, Pelajar Tak Bisa Berangkat Sekolah
Dìmana kondisi terparah terjadi dì wilayah Kecamatan Belitang II. Banjir dìpicu hujan berintensitas sangat lebat yang mengguyur sejak Kamis, 8 Januari 2026.
Curah hujan tinggi menyebabkan luapan Sungai Muara Balak, Sungai Macak, serta sejumlah anak sungai lainnya. Sehingga air menggenangi permukiman warga dì dataran rendah.
BACA JUGA: Bupati Lanosin Instruksikan BPBD dan OPD Gerak Cepat Evakuasi Korban Banjir
Enam kecamatan yang terdampak banjir meliputi Belitang II, Semendawai Suku III, Belitang Mulya, Belitang III, Semendawai Timur, dan Belitang.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD OKU Timur, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.
Belitang II dan Semendawai Suku III Terdampak Parah
Kecamatan Belitang II menjadi wilayah dengan dampak paling luas, mencatat 1.108 KK terdampak yang tersebar di sembilan desa.
Dìsusul Kecamatan Semendawai Suku III dengan 1.037 KK dì sembilan desa.
Sementara itu, Kecamatan Belitang III mencatat 101 KK terdampak.
BACA JUGA: Biadab! Ayah Tega Wik-Wik Anak Tiri, Terungkap Setelah Organ Vital Korban Infeksi
Selanjutnya, Kecamatan Belitang Mulya sebanyak 126 KK, Kecamatan Semendawai Timur sebanyak 231 KK, dan Kecamatan Belitang sebanyak 21 KK.
Warga terdampak banjir untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat dan balai desa, sambil menunggu kondisi air benar-benar surut.
Banjir Mulai Surut dì Sejumlah Wilayah
BPBD OKU Timur melaporkan kondisi banjir mulai berangsur surut dì beberapa kecamatan.
Kecamatan Belitang III, genangan air telah sepenuhnya surut dan aktivitas warga mulai kembali normal.
Namun, dì Kecamatan Belitang II dan Belitang Mulya, sejumlah desa masih tergenang, terutama wilayah yang berada dì sekitar aliran sungai.
Jalan provinsi dì Belitang II juga masih terendam pada beberapa titik. Wakil Bupati OKU Timur bersama Kapolres turun langsung ke lokasi terdampak.
Mereka memastikan proses penanganan darurat dan pendistribusian bantuan berjalan lancar serta tepat sasaran.
Fasilitas Kesehatan dan Sekolah Terdampak
Selain rumah warga, banjir OKU Timur juga berdampak pada dua puskesmas dan tiga pos kesehatan desa (poskesdes).
BACA JUGA: Diduga Cabuli Anak Bawah Umur, Oknum Mantan Anggota DPRD Sumsel Dilapor ke Polisi
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan layanan kesehatan tetap berjalan melalui posko kesehatan dan tenaga medis keliling.
Dari sektor pendidikan, Disdikbud OKU Timur menyatakan bahwa sekolah-sekolah yang terdampak banjir mulai mengering.
Bahkan, proses pembersihan terus dìlakukan agar kegiatan belajar mengajar segera kembali normal.
Bantuan Logistik dan Dapur Umum Dìkerahkan
Pelaksana Tugas Kepala BPBD OKU Timur, Bambang Irawan, mengatakan pihaknya telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC).
BACA JUGA: Monitor Banjir di Burnai Mulya, Kapolres OKU Timur Serahkan Bantuan
Kemudian, juga telah membuka posko darurat, serta mengoperasikan Pusdalops selama 24 jam.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyalurkan 500 paket sembako, sementara Pemerintah Kabupaten OKU Timur menambah 100 paket sembako.
Bantuan juga datang dari Kementerian Sosial berupa makanan siap saji, perlengkapan keluarga, kasur, tenda, dan selimut.
BACA JUGA: Renovasi Sekolah, Kadisdikbud OKU Timur Apresiasi Militer Multinasional SGS 2025
BPBD OKU Timur juga mengoperasikan mobil dapur umum untuk memastikan kebutuhan konsumsi warga terdampak tetap terpenuhi.
Imbau Warga Tetap Waspada
BPBD OKU Timur mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca dan debit air sungai yang masih fluktuatif.
BACA JUGA: Remaja Tusuk Kurir Paket Serahkan Diri, Polisi Dalami Motif Pelaku
“Fokus utama kami adalah keselamatan warga, pelayanan kesehatan, dan pemulihan aktivitas masyarakat secara bertahap,” ujar Bambang. (gas).





