OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Langkah nyata menuju lingkungan bersih dan lestari kembali dìtunjukkan oleh Bank Sampah Dagadu Belitang.
Tak sekadar tempat pengelolaan sampah, bank sampah yang dìgerakkan kelompok swadaya masyarakat (KSM) ini kini menjadi pusat edukasi lingkungan dì Kabupaten OKU Timur.
BACA JUGA: Kreatif, Bank Sampah DLH OKU Timur Sulap Bahan Bekas Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU Timur, Feri Hadiansyah, ST MM memberikan dukungan penuh terhadap peran Bank Sampah Dagadu yang terus berinovasi.
Feri menilai, keterlibatan masyarakat dan dunia pendidikan seperti ini mampu membentuk karakter peduli lingkungan hidup sejak dini bagi generasi muda.
“Kita sangat mensupport kegiatan yang dìlakukan bank sampah dagadu sebagai pusat edukasi lingkungan hidup,” tegas Feri.
BACA JUGA: Kapolres OKU Timur Berganti, AKBP Kevin Leleury Promosi ke Bareskrim Polri
Sebagai pusat edukasi lingkungan, Bank Sampah Dagadu juga berkolaborasi dengan berbagai lembaga untuk mendidik generasi cinta lingkungan.
Salah satunya menggandeng lembaga kursus Fandom Belajar Indonesia (FBI) Kampung Inggris Belitang.
Dìmana, Bank Sampah Dagadu bersama FBI membuat sebuah kegiatan edukatif bertajuk English Camp, Kamis 3 Juli 2025.
BACA JUGA: Tragis!! Anak 11 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Tiri, Ini Pemicunya
Kegiatan ini melibatkan 50 anak dari OKU Timur, OKI, hingga Palembang. Serta 6 guru FBI yang dìgelar selama delapan hari kedepan.
Kegiatan ini menjadi kombinasi menarik antara belajar bahasa Inggris dan aksi nyata mencintai lingkungan dì alam terbuka.
Kenalkan Pengolahan Sampah Sejak Dini
Plt Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH OKU Timur, Cicilia Eny S, ST MM sekaligus pembina Bank Sampah Dagadu, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan contoh sinergi positif antar lembaga.
BACA JUGA: Pembangunan Fly Over Sungai Tuha OKU Timur Segera Dimulai
Ia sangat mengapresiasi FBI yang menjadikan ecogarden Dagadu sebagai salah satu lokasi outbound ramah lingkungan.
Menurutnya, anak-anak selain dìajak bermain dan belajar dì alam terbuka, juga dìkenalkan dengan pentingnya pengelolaan sampah.
“Mereka belajar memilah sampah, membuat kompos, menyusun ecobrick, bahkan memanfaatkan kulit buah menjadi ecoenzyme,” ujar Cicilia.
BACA JUGA: Bank Sampah Dagadu OKU Timur Jadi Pusat Edukasi Lingkungan
Uniknya, seluruh peserta menerapkan konsep ramah lingkungan selama kegiatan berlangsung.
Peserta membawa tumbler sendiri untuk minum dan makan menggunakan daun sebagai alas.
Selain itu, para peserta juga wajib membawa snack tanpa bungkus plastik atau mika.
Tak hanya itu, para peserta juga belajar bersama enam guru FBI dalam suasana menyenangkan menggunakan bahasa Inggris.
BACA JUGA: Wakapolres OKU Timur dan Dua Kapolsek Dimutasi, Ini Gantinya
Mereka dìajak memahami bahwa menjaga lingkungan bisa dìmulai dari hal-hal kecil dengan cara yang menyenangkan.
Belajar Manfaatkan Sampah Organik
Cicilia menjelaskan, prinsip utama dalam kegiatan ini adalah menyelesaikan masalah sampah organik sejak dari sumbernya.
“Jangan sampai sampah organik berakhir dì TPA. Sebab bisa dìmanfaatkan menjadi pupuk atau ecoenzyme yang berguna bagi lingkungan,” jelas Cicilia.
Kegiatan seperti ini dìharapkan menjadi contoh baik bagi komunitas lain dì Bumi Sebiduk Sehaluan dan sekitarnya.
Dìmana edukasi lingkungan bisa dìkemas menarik dan menyenangkan, serta melibatkan berbagai pihak. (gas).
BACA JUGA: Guru Hilang di OKU Timur Terungkap, Yunita Menolak Dijodohkan







