IDSUMSEL.COM – Kasus HIV/AIDS dì Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih tergolong tinggi sepanjang tahun 2025. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel mencatat total 907 kasus.
Meski demikian, angka tersebut mengalami penurunan dìbandingkan tahun 2024 yang mencapai 992 kasus.
BACA JUGA: Gerebek Bisnis Prostitusi di OKU Timur, Polisi Ciduk Muncikari dan Dua PSK
Dari total 907 kasus HIV/AIDS dì Sumsel tahun 2025, terdiri dari 609 kasus HIV dan 298 kasus AIDS.
Kendati terjadi penurunan secara tahunan, tren jangka panjang justru menunjukkan peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir.
BACA JUGA: Polsek Belitang 1 Bersama Camat dan Sat Pol PP Razia Tempat Karaoke dan Hotel, Ini Sasarannya
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primades, mengungkapkan bahwa tren kenaikan kasus HIV/AIDS mulai terlihat sejak tahun 2021.
“Dalam beberapa tahun terakhir trennya terus meningkat,” ujar Ira, dìkutip dari okusatu.id.
Berdasarkan catatan Dinkes Sumsel, jumlah kasus HIV/AIDS pada tahun 2021 tercatat 321 kasus.
BACA JUGA: HMI Soroti Kinerja Pemkab OKU Timur, Maksiat Subur, Narkoba Menjamur
Angka tersebut melonjak drastis pada tahun 2022 menjadi 639 kasus, lalu kembali meningkat dì tahun 2023 dengan 846 kasus.
Puncaknya terjadi pada tahun 2024 dengan 992 kasus, nyaris menembus seribu kasus dalam satu tahun.
Untuk tahun 2025, meski jumlah kasus menurun, Dìnkes menilai kondisi ini tetap mengkhawatirkan, karena angka masih tergolong tinggi.
Tiga Daerah HIV/AIDS Teratas
Tiga daerah dì Sumatera Selatan tercatat sebagai penyumbang kasus HIV/AIDS terbanyak, yakni Kota Palembang yang menempati urutan pertama.
Kemudian, dìsusul Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
BACA JUGA: Lima Kafe Jual Miras Ilegal Dirazia, Pria Positif Narkoba Diciduk
Ira menegaskan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya pencegahan mulai dari edukasi masyarakat hingga perluasan layanan kesehatan.








