LAHAT, IDSUMSEL.COM – Seorang oknum seniman band rege asal Jakarta dìtangkap Satresnarkoba Polres Lahat, Polda Sumsel.
Hal ini lantaran terlibat penyalahgunaan Narkòba (Narkòtika dan Obat-obatan Terlarang) jenis gànjà4 saat sedang berada dì Lahat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Terduga pelaku dìketahui bernama Ade Candra (44), warga Jalan Lagoa Kanal, RT 12/2 Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara.
Oknum personil kelompok Band Rege asal Jakarta itu dìtangkap Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Lahat, Senin 16 Januari 2023 sekira jam 15.20 WIB.
Dari tangan tersangka Ade, polisi mengamankan barang bukti satu paket besar daun ganja kering.
Serta, 20 paket kecil daun ganja kering, dan satu paket sedang daun ganja kering.
Tersangka Ade dìtangkap saar berada dì rumah kerabatnya, Jalan Beringin Raya, Blok CC Desa Selawi, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.
Dìkutip dari sumeks.co, tersangka dìketahui baru sekitar satu bulan tinggal dì tempat kerabatnya dì Kabupaten Lahat.
“Tersangka sebagai seniman, oknum personel Band Rege dì Jakarta. Kita mendapat informasi adanya transaksi narkòba,” ungkap Kapolres Lahat AKBP S Kunto Hartono SIK melalui Kasat Narkoba AKP M Romi.
Romi menjelaskan, barang bukti ganja tersebut dìtemukan dalam bungkusan sarung warna cokelat milik tersangka, saat dìlakukan penggerebekan.
Selain itu, polisi juga menemukan lima batang tanaman ganja tumbuh dalam ember, pada balkon kamar lantai dua dì lokasi penggerebekan.
Dalam kasus ini polisi juga mengamankan barang bukti handphone.
Timbangan digital warna silver dan satu buah botol yang dì, dalamnya terdapat biji dìduga biji ganja.
Terduga pelaku mengaku ganja tersebut dìdapat dari Kota Palembang.
“Saat ini kasusnya masih dìlakukan pengembangan. Atas tindakannya tersangka akan dìjearat pasal 111 ayat 1 dan aa4 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika,” tegas Romi.
Dìkutip dari beberapa sumber berikut ini efek negatif ganja bagi tubuh.
1. Bagi Kesehatan Mental.
Penggunaan ganja yang berlebihan juga bisa mengganggu kesehatan mental.
Misalnya, menyebabkan kambuhnya gejala psikosis pada mereka yang mengidap skizofrenia.
Tidak hanya itu, ganja membuat seseorang mengalami halusinasi, delusi, meningkatkan rasa cemas, dan serangan panik.
Penggunaan ganja dalam jangka panjang juga membuat seseorang sulit tidur, mengalami perubahan suasana hati, dan berkurangnya nafsu makan.
2. Bagi Otak
Saat kamu menggunakan ganja terlalu banyak, maka ini akan mengganggu kemampuanmu dalam berpikir.
Kamu juga bisa mengalami kehilangan memori, hingga terhambatnya fungsi otak.
Hal ini dìbuktikan adanya perubahan struktur tertentu pada otak jika kamu menggunakan ganja dalam jangka panjang.
3. Bagi Paru-Paru.
Faktanya, kandungan tar pada ganja hampir tiga kali lipat lebih tinggi dari tar tembakau dalam rokok.
Asap yang dihasilkan dari pembakaran ganja juga memiliki kandungan zat penyebab kanker jauh lebih tinggi dari asap rokok biasa.
Akibatnya, risiko kanker paru-paru bisa semakin tinggi, terutama jika pemakaian ganja dalam waktu lama.
4. Bagi Sistem Imun.
Ganja bisa membuat sistem kekebalan tubuh melemah.
Tidak hanya itu, penelitian juga menunjukkan adanya kaitan antara penggunaan ganja dengan meningkatknya risiko terkena penyakit yang melemahkan kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS.
Alhasil, tubuh semakin sulit melawan infeksi. Jika kamu merasa tubuh semakin melemah, sebaiknya jangan tunda ke dokter.
Segera buat janji dengan dokter menggunakan aplikasi Halodoc.
Dengan penanganan yang tepat dan cepat, kamu bisa terhindar dari berbagai komplikasi yang mungkin terjadi
5. Bagi Sistem Peredaran Darah.
Nyatanya, detak jantung meningkat beberapa saat setelah kamu menghisap ganja.
Efek ganja ini bisa berlangsung sampai tiga jam.
Hal ini membahayakan bagi mereka yang mengidap penderita penyakit jantung dan menyebabkan risiko serangan jantung.
Selain itu, ganja juga menyebabkan tekanan darah naik dan membuat mata menjadi merah karena pembuluh darah melebar. (*)








