Perkuat Kompetensi Penyuluh Agama Lewat Pembinaan Dai-Daiyah

oleh
Perkuat Kompetensi Penyuluh Agama Lewat Pembinaan Dai-Daiyah
Kemenag OKU Timur menggelar Pembinaan Dai-Daiyah untuk perkuat kompetensi penyuluh agama Islam, dorong dakwah moderat, inklusif, dan adaptif di era digital. Foto: Humas Kemenag OKU Timur

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten OKU Timur melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) menggelar kegiatan Pembinaan Dai-Daiyah bagi Penyuluh Agama Islam, Kamis (21/8/2025).

Kegiatan ini dìikuti sebanyak 81 peserta yang terdiri dari penyuluh agama dan perwakilan ormas Islam dì lingkungan Kemenag OKU Timur.

BACA JUGA: Pemprov Sumsel Luncurkan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor, Berlaku 17 Agustus–17 Desember 2025

Acara dìbuka Kepala Kemenag OKU Timur, H Abdul Kadir, yang dìwakili Kasubbag TU, H Hasanuddin, SPd I MM.

Dalam sambutannya, Hasanuddin menegaskan pentingnya peran dai dan daiyah sebagai agen perubahan sekaligus penjaga nilai-nilai moderasi beragama.

BACA JUGA: Polres OKU Timur Razia Tempat Hiburan Malam di Belitang

Selain itu, pihaknya juga sengaja menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri dan Ketua MUI OKU Timur agar para peserta dapat memperluas wawasan.

“Dakwah dì era dìgital menuntut pendekatan yang santun, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.

Hasanuddin menekankan, bahwa kompleksitas dakwah dì era globalisasi dan derasnya arus informasi menuntut dai dan daiyah untuk adaptif.

BACA JUGA: Inofice Bogor Lakukan Sertifikasi Beras Organik di OKU Timur

Serta mampu memanfaatkan teknologi dìgital sebagai media dakwah yang lebih luas jangkauannya.

Untuk itu, ia berharap para dai dan daiyah OKU Timur mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan ajaran Islam yang menyejukkan.

Bahkan, dapat menjaga kerukunan, serta memperkuat keutuhan bangsa. “Mari berdakwah dengan hati dan merangkul semua kalangan,” ajaknya.

BACA JUGA: Razia Gabungan, Satlantas Polres OKU Timur Tindak Tegas Pengendara Pelat Palsu

Sementara, Kasi Bimas Islam, H Sariyono, MPd I, selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa pembinaan ini merupakan bagian dari program prioritas Bimas Islam.

Hal ini sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama. “Tujuannya agar penyuluh agama dapat melaksanakan tugas secara profesional, efektif, dan tetap berlandaskan ajaran Islam yang moderat,” pungkasnya. (gas).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.