Pilkada OKU Timur Terkesan Miskin Ide, Tokoh Pemuda Harapkan Calon Pemimpin Jangan Jadi Politisi Rabun Ayam

oleh
Fahmi salah satu tokoh pemuda Komering OKU Timur. Foto: Dok/idsumsel.

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Pemilihan Gubernur Sumsel dan Pilkada OKU Timur Tahun 2024 terkesan miskin ide dan gagasan.

Pasalnya, gelaran Pilkada hanya sekedar melaksanakan agenda demokrasi prosedural dan transisi kekuasaan politik.

Bahkan, calon kepala daerah hanya semata melakukan perubahan politik mendasar, tanpa gagasan dan ide yang menarik.

Sehingga hal ini terkesan hanya menjadi bumbu-bumbu politik yang feodal dan koruptif.

Fahmi Tokoh Pemuda Komering mengatakan, sejumlah calon kepala daerah yang akan maju belum mempelihatkan gagasan untuk rakyat.

Namun justru terkesan elitis dan berjarak dengan isu kerakyatan. Selain itu, baliho calon kepala daerah masih sekedar politik gimik dan pencitraan.

“Baliho calon kepala daerah yang terpampang hanya untuk mendapat simpati pemilih. Tanpa narasi dan gagasan menunjukkan isi kepala politisi daerah,” ujarnya.

Para bakal calon Gubernur, Bupati pun hanya sebatas melontarkan jargon yang tidak secara spesifik membranding isu kerakyatan.

Baik, tentang problem yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Hingga perilaku monoton, sehingga publik tidak memiliki second opini terhadap gagasan dan pemikiran pembaharuan.

Fahmi menjelaskan, calon kepala jangan sampai menjadi politisi rabun ayam. Dìmana kata Buya Safi’i Ma’arif, politisi rabun ayam adalah politisi yang hanya memikirkan kekuasaan, proyek, uang, dan perempuan.

“Politisi rabun ayam tidak memiliki visi misi politik yang jelas. Baik program jangka panjang maupun misi kemanusiaan,” paparnya.

Selain itu, para calon pemimpin jangan hanya mengandalkan elektabilitas dan popularitas saja. Tetapi harus punya ide serta gagasan yang dìtawarkan ke masyarakat.

“Masyarakat berharap para calon pemimpin ini rajin turun ke masyarakat, serap aspirasi, jadikan aspirasi itu sebagai program kerja sebagai kepala daerah kedepan,” ungkapnya.

Jika langkah awal saja terkesan biasa-biasa tambah Fahmi, maka selanjutnya patut dìduga bahwa calon pemimpin tidak punya kejutan yang out of the box.

No More Posts Available.

No more pages to load.