OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – PT Pupuk Indonesia melalui anak perusahaannya PT Pusri Palembang melakukan pengecekan gudang pupuk dì Kabupaten OKU Timur.
Pengecekan ini untuk memastikan stok pupuk subsidi dì Kabupaten OKU Timur tersedia sesuai dengan alokasi yang dìtetapkan pemerintah.
Hasil pengecekan dì tiga gudang pupuk dì Kabupaten OKU Timur yakni GPP Martapura, Gudang Belitang MTP dan Gudang PSP Belitang.
Saat ini jumlah stok pupuk subsidi masih tersedia cukup banyak. Dìmana untuk stok pupuk Urea mencapai 4.712 ton dan NPK sebanyak 5.243 ton.
Acount Excekutif (AE) OKU Timur Muhammad Haliim Hafiid mengatakan, sampai 08 Desember 2023 ini realisasi penyaluran Urea Subsidi dì Kabupaten OKU Timur sebanyak 36.849 ton.
Sementara untuk pupuk NPK Phonska Subsidi dì OKU Timur realisasinya sudah sebanyak 26.169 ton. Meski demikian, stok yang ada saat ini masih sangat aman.
“Untuk setiap gudang Pusri dì OKU Timur stok pupuk subsidi masih sangat mencukupi,” ungkapnya.
Namun kata Haliim, setiap kelompok tani yang membutuhkan pupuk bersubsidi harus terdaftar dan mengajukan total kebutuhan pupuk melalui e-ALOKASI.
Kemudian pengajuan itu dì evaluasi oleh instansi terkait. Selanjutnta hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi PT Pupuk Indonesia untuk menyalurkan pupuk bersubsidi.
“Saat musim tanam ini, selain bertanggung jawab menyediakan pupuk bersubsidi, PT Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk non subsidi dan produk inovasi lainnya,” jelasnya.
Untuk pupuk non subsidi, PT Pupuk Indonesia menyediakan jenis pupuk Phonska Plus 15-15-15 dan Phonska Plus 16-16-16. Kemudian, SP-36, SP-26 untuk tanaman pangan.
Serta NPK 12-12-17-2 dan NPK 13-6-27-4 untuk komoditi sawit. Selain itu ada juga pupuk special komoditi yakni NPK Singkong dan NPK Kopi.
Ia menambahkan, dengan tersedianya pupuk non subsidi, dìharapkan dapat menjadi solusi bagi petani.
Khususnya petani yang kebutuhan pupuknya tidak teralokasi dalam skema subsidi. “Sehingga kebutuhan pupuk petani pada musim tanam ini bisa terpenuhi,” pungkasnya. (wie/gas).





