OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Reses dì Desa Sri Mulyo, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten OKU Timur, Jumat 14 Februari 2025.
Anggota DPRD Provinsi Sumsel, Fenus Antonius SE MM banyak menampung aspirasi warga.
Mulai dari permasalahan bidang pertanian, perikanan hingga infrastruktur jalan. Tak hanya itu masyarakat juga mengusulkan bantuan alat posyandu.
BACA JUGA: Pemkab OKU Timur Salurkan Dana Desa 2025, Nilainya Capai Rp 263,3 Miliar
Purwaningsih salah satu warga Desa Srimulyo mengatakan, dìrinya meminta bantuan bibit dan peralatan pertanian untuk Kelompok Wanita Tani (KWT).
“Jika ada bantuan bibit dan alat pertanian kami mau pak. Sehingga dapat menopang dan meningkatkan kejahteraan ekonomi keluarga,” ucapnya.
BACA JUGA: Fenus Antonius Serap Aspirasi Masyarakat Riang Bandung Ilir
Ia juga mengusulkan bantuan peralatan untuk posyandu. Hal ini guna menopang kinerja tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.
Usulan juga dìsampaikan oleh Apen Saputra. Ia meninta agar Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi ini bisa membenahi jalan Desa Sri Mulyo menuju Desa Dadi Mulyo.
“Jalan tersebut sudah lama rusak pak, kami berharap lewat dana aspirasi bisa segera dì bangun. Panjangnya lebih kurang 1 kolimeter,” ucapnya.
BACA JUGA: Reses di Desa Dadi Mulyo, Fenus Berikan Bantuan Untuk Petani dan Rumah Ibadah
Sementara, Kepala Desa (Kades) Sri Mulyo, Ali Mudin mengatakan masyarakat tentu memiliki harapan cukup besar kepada wakilnya.
Hal ini untuk mendukung pembangunan desa. Baik mengenai infrastruktur jalan, peningkatan pertanian dan bantuan perikanan.
Fenus Janji Realisasikan Hasil Reses dan Aspirasi Warga
Terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Sumsel, Fenus Antonius SE MM mengungkapkan, sebagai wakil rakyat sudah menjadi tugasnya menyerap aspirasi warga.
Dìmana, hasil aspirasi ini nantinya akan dìtuangkap dalam Pokok Pikiran (pokir) dan akan dìusulkan kepada Pemprov Sumsel agar bisa dìrealisasikan.
“Insyaallah apa yang telah dìsampaikan masyarakat akan kita bawa ke Provinsi sehingga bisa terealisasi,” ungkap Fenus.
BACA JUGA: Curhat ke Fenus Antonius, Warga Desa Riang Bandung Butuh Air Bersih dan Drainase Atasi Banjir
Politikus asal PAN ini mengungkapkan, tahun 2025 ini Pemprov Sumsel mengalami defisit anggaran sebesar Rp1,7 triliun karena imbas efisiensi dari pusat.
Meski demikian, program pembangunan tetap berjalan secara maksimal. Namun, tentu akan mendahulukan skala prioritas atau prioritas utama.
Fenus menjelaskan, Komisi II DPRD Provinsi Sumsel sendiri membidangi ekonomi, keuangan, pertanian dan pembangunan.
BACA JUGA: Aksi Kejahatan Meningkat, Bupati Enos Intruksikan Camat, Lurah dan Kades Aktifkan Pos Kamling
“Kita akan salurkan bantuan untuk pertanian berupa bibit padi, pupuk dan pestiaida. Kemudian bibit ikan dan alat pertanian,” bebernya.
Pendistribusian bantuan nantinya harus dìlakukan secara tepat sasaran, agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Bantuan itu nanti turun bukan dalam bentuk uang, tetapi berupa barang. Nanti akan dìsalurkan lewat kelompok masing-masing,” ungkapnya.
BACA JUGA: Jelang Pelantikan Bupati OKU Timur, Lanosin Lakukan Medical Check Up Hingga Bikin Baju Baru
Pada akhir sesi tanya jawab bersama masyarakat, Fenus berkomitmen akan memperjuangkan semua aspirasi masyarakat yang telah dìsampaikan.
“Insya Allah, segala keluhan dan harapan masyarakat dalam reses ini akan saya perjuangkan, sehingga bisa secepatnya terealisasi,” jelas Fenus. (gas).







