OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Jasad seorang wanita paruh baya dìtemukan sudah tidak bernyawa dì sebuah kandang Sapi dì Desa Tugu Mulyo, Kecamatan Belitang Madang Raya, OKU Timur.
Penemuan jasad ini sontak membuat warga sekitar mendadak geger. Pasalnya perempuan berinisial ES (39) tersebut mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.
Saat dìtemukan, tubuh korban ES sudah dalam posisi tergantung, dengan tali terikat pada salah satu kayu dì kandang Sapi belakang rumahnya.
Plh Kapolsek Madang Suku I, Iptu A Sugeng Bintoro mengatakan, peristiwa naas ini terjadi pada Rabu 29 Januari 2025 sekitar pukul 08.50 Wib.
Saat itu, saksi DL berkunjung ke rumah korban dan berkali-kali memanggil, namun takada jawaban.
BACA JUGA: Tertimbun Longsor, Dua Pelajar SD di OKU Timur Tewas
Kemudian, saksi DL mencari korban kearah belakang rumah. Saat sampai dì belakang, betapa terkejutnya DL melihat jasad korban sudah terbujur kaku.
Sontak, saksi DL langsung berteriak dan minta pertolongan kepada warga sekitar. Kemudian saksi NA memberitahukan kejadian ini kepada perangkat Desa Tugu Mulyo.
Mendapat kabar ini, Kades Tugu Mulyo lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Madang Suku I.
“Setelah dapat kabar dari pak kades, kita bersama anggota langsung datang ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ungkap Iptu A Sugeng.
Sesampainya dì TKP, anggota Polsek Madang Suku I langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis police line.
BACA JUGA: Pasutri di OKU Selatan Diduga Dìb4ntài Anak Kandung, Ayah Meninggal, Ibu Sek4rat
“Kemudian anggota kita juga langsung melakukan olah TKP. Dan mengintrogasi saksi-saksi,” bebernya.
Motif Wanita Paruh Baya Nekat Akhiri Hidup Dengan Cara Tragis
Setelah melakukan olah TKP dan pemeriksaan, dìketahui bahwa korban murni meninggal karena gà4ntùng dìri.
Bahkan, polisi juga tidak menemukan adanya tanda luka-luka yang dìsebabkan benda tumpul maupun benda tajam.
“Hasil pemeriksaan, jasad wanita paruh baya ini tèwàs karena gàntùng dìri. Sebab tidak ada bekas penganiayaan,” jelas Kapolsek.
Terkait motif korban sampai nekat mengakhiri hidupnya kata Kapolsek, dìduga karena ada permasalahan keluarga.
Sebab, menurut cerita saksi, korban sering terlibat cek cok mulut terhadap suaminya.
BACA JUGA: Pengamen Dìtemukan Tèwas Dìatas Lapak, Pedagang Pasar Atas Mendadak Gempar
“Dugaan kita penyebabnya karena masalah keluarga,” terangnya.
Kapolsek menambahkan, setelah dìevaluasi pihak keluarga meminta agar jasad korban tidak dìlakukan autopsi.
Sebab, mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan takdir yang dìtuangkan dalam surat pernyataan resmi.
“Selanjutnya jenazah korban langsung dì makamkan pihak keluarga dì TPU Desa Tugu Mulyo, Kecamatan Belitang Madang Raya,” pungkasnya. (gas).







