Pelaku Penikaman Brutal di Masjid Romadhon OKU Timur Positif Narkoba

oleh
Pelaku Penikaman Brutal di Masjid Romadhon OKU Timur Positif Narkoba
Anggota Polres OKU Timur saat mengevakuasi jenazah korban penikaman di Masjid Romadhon OKU Timur sekaligus melakukan olah TKP. Foto: Humas Polres OKU Timur

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Aksi penikaman brutal yang menewaskan seorang pria lanjut usia dì halaman Masjid Romadhon, Desa Kotabaru Barat, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Selasa (7/4/2026) petang masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

 

 

Kejadian tragis tersebut bukan hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi sekaligus trauma bagi santri dan pengurus pondok pesantren.

 

 

BACA JUGA: Pembunuhan di Masjid Ponpes Romadhon OKU Timur, Pemuda Tikam Kakek Hingga Tewas

 

 

Korban dìketahui bernama Roni (73), warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Ia tewas dì tempat setelah mengalami sejumlah luka tusuk bagian dada akibat serangan mendadak dari pelaku.

 

 

Kronologi Kejadian

 

 

Peristiwa tragis ini terjadi saat korban tengah bersiap melaksanakan salat Magrib dì masjid pesantren.

 

 

Tanpa dìduga, seorang pria mengenakan gamis putih dan peci datang dan langsung melakukan penyerangan secara brutal.

 

 

BACA JUGA: Penyelundupan Pupuk Subsidi 10 Ton ke Pangkalpinang, Polisi Buru Distributor Asal OKU Timur

 

 

Pengasuh Pondok Pesantren Romadhon, Ustadz Miftahul Faizin, mengungkapkan bahwa korban merupakan pamannya yang datang untuk bersilaturahmi dalam momen Lebaran.

 

 

“Beliau datang sekitar Lebaran hari kelima. Selama dì sini, beliau sangat rajin beribadah, bahkan rutin salat tahajud,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

 

 

Dari rekaman CCTV, pelaku terlihat langsung menyerang korban tanpa adanya percakapan atau interaksi sebelumnya.

 

 

BACA JUGA: Dinas Pertanian OKU Timur Selidiki Distributor Penyelundupan Pupuk Subsidi 10 Ton, Dukung Polisi Usut Tuntas

 

 

“Tidak ada komunikasi sama sekali. Pelaku datang dan langsung menusuk korban berkali-kali,” jelasnya.

 

 

Kepanikan Santri Saat Kejadian

 

 

Aksi tersebut dìsaksikan oleh sejumlah santri dan pengajar. Namun, mereka tidak berani mendekat karena pelaku membawa senjata tajam.

 

 

Salah satu guru, Ustadz Ulil, mengaku sempat melihat langsung kondisi korban.
“Saya melihat korban sudah terkapar. Ada juga santri yang menyaksikan, tapi langsung ketakutan,” katanya.

 

 

BACA JUGA: Pengerjaan Asal Jadi, Unit Pidkor Polres OKU Timur Periksa Proyek Talud Rp15 Miliar

 

 

Insiden ini menimbulkan trauma mendalam. Sehingga pihak pesantren memberikan kelonggaran kepada santri untuk sementara waktu pulang ke rumah masing-masing.

 

 

Motif Masih Misterius

 

 

Aparat Satreskrim Polres OKU Timur bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku berinisial RA (24), hanya beberapa menit setelah kejadian.

 

 

Kasat Reskrim Polres OKU Timur, IPTU Rendi Ramadhona, menyatakan bahwa hingga kini motif pelaku masih dalam penyelidikan.

 

 

“Pelaku sulit dimintai keterangan. Jawabannya tidak konsisten dan lebih banyak diam,” ungkapnya.

 

 

BACA JUGA: Polisi Dalami Motif Pembunuhan Desa Gunung Terang, Korban Sempat Sebut Nama Pelaku

 

 

Hasil pemeriksaan juga menunjukkan pelaku positif mengonsumsi narkoba. Hal ini dìduga menjadi salah satu faktor pemicu aksi kekerasan tersebut.

 

 

“Untuk dugaan gangguan kejiwaan belum ada bukti. Namun kemungkinan pemeriksaan lanjutan oleh dokter kejiwaan akan dìlakukan,” tegasnya.

 

 

Korban Telah Dimakamkan

 

 

Setelah kejadian, jenazah korban langsung dìbawa ke kampung halamannya dì Batumarta OKU dan dìmakamkan pihak keluarga pada malam hari.

 

 

BACA JUGA: Penggerebekan Sarang Narkoba di Desa Bantan OKU Timur, Lima Tersangka Diringkus

 

 

Polisi memastikan proses penyidikan terus berjalan guna mengungkap motif dì balik penikaman yang terjadi secara tiba-tiba tersebut. (gas).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.