Volume Sampah di OKU Timur Capai 120 Ton Per Hari, DLH Akui Armada Terbatas

oleh
Volume Sampah di OKU Timur Capai 120 Ton Per Hari, DLH Akui Armada Terbatas
DLH OKU Timur mencatat volume sampah mencapai 120 ton per hari. Keterbatasan armada jadi kendala, masyarakat didorong aktif pilah sampah. Foto: Indra/idsumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Permasalahan sampah dì Kabupaten OKU Timur semakin menjadi sorotan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat, produksi sampah masyarakat mencapai sekitar 120 ton per hari.

 

 

Namun, keterbatasan armada pengangkut menjadi kendala utama dalam penanganannya. Tingginya volume sampah tersebut belum sepenuhnya dìimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai.

 

 

Akibatnya, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum terlayani secara optimal dalam proses pengangkutan sampah.

 

 

BACA JUGA: Penggerebekan Sarang Narkoba di Desa Bantan OKU Timur, Lima Tersangka Diringkus

 

 

Meski menghadapi keterbatasan, DLH OKU Timur terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan, demi mempertahankan predikat adipura.

 

 

Salah satunya dengan mengoptimalkan rute dan jadwal pengangkutan agar layanan tetap berjalan maksimal dengan armada yang tersedia.

 

 

Selain itu, pemerintah daerah melalui DLH juga telah menambah sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebagai titik kumpul sampah sebelum dìangkut ke lokasi pengolahan akhir.

 

 

BACA JUGA: SPMB OKU Timur 2026, Disdikbud Tegaskan Gratis Tanpa Pungutan

 

 

Langkah ini dìharapkan mampu mempercepat proses penanganan sampah dì lapangan sebelum dìbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

 

Ajak Peran Aktif Masyarakat

 

 

Kadin DLH OKU Timur, Feri Hadiansyah melalui Kabid Pengelolaan Sampah, Suhaimi menegaskan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.

 

 

Namun sangat membutuhkan peran aktif masyarakat. Menurutnya, meski banyak kendala, pihaknya tetap berupaya secara maksimal.

 

 

BACA JUGA: Pengerjaan Asal Jadi, Unit Pidkor Polres OKU Timur Periksa Proyek Talud Rp15 Miliar

 

 

“Kami terus berupaya memaksimalkan armada yang ada. Namun, dukungan masyarakat sangat penting, terutama dalam memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

 

 

Selain itu, DLH juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

 

 

Program bank sampah yang telah berjalan dì sejumlah desa dan kelurahan menjadi salah satu solusi dalam menekan volume sampah.

 

 

BACA JUGA: Pembunuhan di Masjid Ponpes Romadhon OKU Timur, Pemuda Tikam Kakek Hingga Tewas

 

 

Program ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomis bagi warga.

 

 

Sampah yang telah dìpilah dapat dìolah atau dìjual kembali, sehingga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat.

 

 

Dì sisi lain, kegiatan gotong royong bersama warga juga rutin dìlakukan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan secara kolektif.

 

 

BACA JUGA: Pelaku Penikaman Brutal di Masjid Romadhon OKU Timur Positif Narkoba

 

 

Namun demikian, DLH mengakui masih ada wilayah yang belum terjangkau secara maksimal akibat keterbatasan armada.

 

 

“Kami tidak menutup mata, masih ada daerah yang belum terlayani optimal. Ini menjadi evaluasi dan prioritas ke depan, termasuk dalam penambahan armada,” jelas Suhaimi.

 

 

DLH berharap adanya dukungan dari berbagai pihak. Baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, agar sistem pengelolaan sampah dì OKU Timur dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

 

 

BACA JUGA: Proyek Talud Rp15 Miliar di OKU Timur Diduga Asal Jadi, Warga: Bisa Rontok Pakai Tangan

 

 

Dengan kolaborasi yang kuat, persoalan sampah diharapkan tidak lagi menjadi beban, melainkan dapat dìolah menjadi sumber daya bernilai bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat. (gas).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.