OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Dugaan penyelundupan pupuk subsidi sebanyak 10 ton dari wilayah OKU Timur ke Pangkalpinang kini turut menjadi perhatian serius Dinas Pertanian setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian OKU Timur, Niswaturrohmah menegaskan, pihaknya sedang melakukan penelusuran langsung dì lapangan untuk memastikan asal-usul pupuk tersebut.
BACA JUGA: Penyelundupan Pupuk Subsidi 10 Ton ke Pangkalpinang, Polisi Buru Distributor Asal OKU Timur
“Saat ini kami bersama Pupuk Indonesia sedang menelusuri ke lapangan. Sebab, Desa Umbul Rejo tidak ada di OKU Timur, dan kecamatannya juga tidak dìtulis secara jelas,” ujarnya saat dìkonfirmasi, Rabu (8/4/2026).
Data Lokasi Masih Simpang Siur
Menurutnya, informasi terkait asal pupuk masih belum valid karena adanya ketidaksesuaian data lokasi.
Hal ini membuat pihaknya belum dapat memastikan distributor maupun jalur distribusi pupuk subsidi tersebut.
BACA JUGA: Pembunuhan di Masjid Ponpes Romadhon OKU Timur, Pemuda Tikam Kakek Hingga Tewas
“Karena desa yang dìsebutkan belum jelas kecamatannya, kami belum bisa memastikan dìstributor mana yang terlibat. Saat ini masih dalam penelusuran dì lapangan,” jelasnya.
Dukung Polisi Usut Tuntas
Meski demikian, Dìnas Pertanian OKU Timur memastikan akan mendukung penuh langkah aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ini hingga tuntas.
Dìmana, kasus dugaan penyimpangan pupuk subsidi tersebut sebelumnya telah dìungkap oleh Polres Bangka Barat, yang menemukan pengiriman pupuk ilegal menuju Kota Pangkalpinang.
BACA JUGA: Kejari OKU Timur Pastikan Penyelidikan Dugaan Penyimpangan Dana Hibah KPU Pilkada 2024 Berlanjut
“Jika benar terjadi penyelundupan, tentu kami sangat mendukung pihak kepolisian untuk mengusut tuntas. Ini sangat merugikan petani,” tegasnya.
Ancaman Serius bagi Petani
Ia menambahkan, praktik penyelewengan pupuk subsidi sangat merugikan petani, terutama dì OKU Timur sebagai salah satu lumbung pangan dì Sumatera Selatan.
BACA JUGA: Pengerjaan Asal Jadi, Unit Pidkor Polres OKU Timur Periksa Proyek Talud Rp15 Miliar
Dìstribusi pupuk subsidi yang tidak tepat sasaran dapat menyebabkan kelangkaan dì tingkat petani, sekaligus memicu lonjakan harga dì pasaran. (gas).







