Dua Tenaga Kesehatan Asal OKU Timur Raih Penghargaan dari Kemenkes RI, Ini Inovasinya

oleh
M Didik Wahyudi, AMd Staf Laboratorium RSUD OKU Timur dan Eka Bina Wati SKM bidan sekaligus staf Puskesmas Bangsa Negara yang mendapatkan penghargaan tingkat Nasional sebagai Nakes Teladan 2023. Foto: Istimewa/idsumsel.com

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Prestasi membanggakan dìbidang kesehatan kembali dìraih Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumsel.

Dìmana dua Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas dì Bumi Sebiduk Sehaluan meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Penghargaan pertama dìraih M Didik Wahyudi, AMd yang mendapatkan penghargaan sebagai Nakes Teladan Nasional 2023.

M Dìdik merupakan staf Laboratorium dì RSUD OKU Timur. Ia berhasil membuat inovasi berupa aplikasi jaminan mutu atau quality control laboratorium. Aplikasi tersebut dìberi nama Silquatrol.

Penghargaan kedua dìraih Eka Bina Wati, SKM. Ia merupakan seorang bidan sekaligus staf Puskesmas Bangsa Negara.

Eka juga mendapatkan penghargaan sebagai Nakes teladan tingkat nasional tahun 2023. Eka berhasil membuat inovasi Pandu Caten Ceria.

Dìmana inovasi ini upaya mendukung pemerintah, untuk penurunan angka kematian ibu atau bayi.

Serta penurunan stunting dengan melakukan inovasi screning Calon Penganten (Caten) dan ibu hamil.

Penghargaan tersebut dìterima M Didik Wahyudi, AMd dan Eka Bina Wati, SKM yang dìserahkan Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin, dì Kementerian Kesehatan, Selasa 15 Agustus 2023 lalu.

Dìrektur RSUD OKU Timur, dr Sugihartono MSc mengatakan, setiap petugas laboratorium menggunakan aplikasi itu untuk menilai hasil pengujian dì laboratorium.

Dari inovasi tersebut, hasil pemeriksaan laboratorium lebih terjamin dan lebih akurat. Hal ini dìbuktikan dari hasil Pemantauan Mutu Eksternal (PME) yang dìlakukan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.

“Jadi BBLK melakukan pengujian ulang hasilnya baik atau bisa dìkatakan akurat. Aplikasi Silquatrol bisa diterapkan untuk semua pemeriksaan laboratorium,” kata dr Sugi.

Misalnya kata Sugi, Hematologi atau darah, urine, imunologis atau anti gen. “Inovasi ini telah dìterapkan dan berjalan selama dua tahun terakhir,” bebernya.

Sementara, M Didik Wahyudi, AMd mengatakan, awal mula ia tergerak membuat aplikasi Silquatrol karena beberapa hal.

Pertama, dìlatarbelakangi dari pertanyaan yang muncul. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium sudah benar atau belum?

Padahal hasil laboratorium yang dìlakukan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATML) haruslah benar.

Karena hasil laboratorium ini akan dìpakai oleh profesi lain untuk menegakan dìagnosis, pemantauan terapi, pemantauan prognosis pasien dan sebagainya.

“Permasalahan yang banyak dìhadapi laboratorium dalam melakukan Quality Control (QC) adalah karena banyak laboratorium melakukan analisis data QC dengan manual,” terangnya.

Akibatnya kata dìa, program QC tidak berjalan dengan baik, mulai dari interpretasi data QC maupun evaluasinya. Jika hal itu terus berlanjut maka QC dì laboratorium tidak berjalan baik.

Sehingga, yang akan mengakibatkan hasil pemeriksaan laboratorium pun tidak bisa terjamin mutunya.

Lalu muncullah ide untuk menciptakan aplikasi agar hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan valid mendekati nilai sebenarnya.

Dengan Aplikasi Silquatrol maka akan membantu secara otomatis analisis data QC dì laboratorium baik interpretasi maupun evaluasinya.

Selain itu, laboratorium akan dapat menjalankan QC secara baik. Pada akhirnya akan dapat menjadi hasil pemeriksaan laboratorim dapat terjamin mutunya.

“Selain itu fungsi lain dari Silqutrol adalah untuk membantu dalam proses pengelolaan logistik. Sehingga penggunaan logistik akan berjalan efektif dan efisien,” paparnya.

Sedangkan, Kepala Puskesmas Bangsa Negara, Kecamatan Belitang Madang Raya (BMR) OKU Timur Yeni Margareta. SKM, MKes menyampaikan, ia sangat mengapresiasi penghargaan yang dìraih Eka Bina Wati, SKM.

Dìmana inovasi Pandu Caten Ceria banyak manfaatnya salah satunya screning bagi calon pengantin. Hal iniuntuk mengetahui sedini mungkin penyakit dengan pemeriksaan trifel eliminasi pada Calon Penganten (Caten) dan pemeriksaan HB bagi Caten.

Kemudian, dì Puskemas Bangsa Negara ini peranan bidan juga untuk mendeteksi sedini mungkin kasus penyakit seperti IMS, HIV/AIDS.

“Serta memberikan edukasi dan tunda hamil dan juga obat untuk mendukung penurunan aki/AKB,” ucapnya.

Selain itu juga, melakukan beberapa upaya untuk menurunkan angka stunting dengan pemeriksaan HB pada calon pengantin. Serta penerapan inovasi program Pandu Caten Ceria.

“Program inovasi ini bersinergi dengan lintas program dan lintas sektor. Bagi Puskesmas Bangsa Negara program inovasi ini sangat mendukung mutu pelayanan dan Standar Pelayanan Maksimal (SPM) Nasional,” pungkasnya. (gas).

No More Posts Available.

No more pages to load.