Kreatif, Bank Sampah DLH OKU Timur Sulap Bahan Bekas Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

oleh
Bank sampah DLH OKU Timur saat menunjukan hasil kerajinan dari barang bekas menjadi karya bernilai ekonomi. Foto: Indra/idsumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Selain memanfaatkan limbah sampai dì Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi Pupuk Cair Organik (POC) Bio Enos.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKU Timur juga punya cara sendiri dalam mensosialisasikan bank sampah ke masyarakat.

Dìmana, bank sampah binaan DLH tersebut saat ini tengah mengembangkan pembuatan kerajinan tangan dengan memanfaatkan barang bekas.

Seperti bekas botol, plastik, kardus hingga bahan bekas lainnya. Dengan cara memberdayakan pasukan kuning atau Pegawai Harian Lpas (PLH)

Bank Sampah tersebut mampu memproduksi kerajinan bernilai ekonomi. Seperti kotak tisu, keranjang aqua gelas, pas bunga hingga kerajinan lainnya.

Saat ini dì Kabupaten OKU Timur terdapat 11 bank sampah yang produktif. Bahkan dì kantor DLH sendiri juga memiliki bank sampah Bekasam (Bersama Kita Sayangi Alam).

Kerajinan tangan dengan bahan baku barang bekas ini sudah mulai dìproduksi oleh bank sampah Alam Hijau dì Kelurahan Veteran, Kecamatan Martapura.

Dìmana, produksi kerajinan dìlakukan dì bank sampah Alam Hijau. Sementara bahan baku dìsuplai dari bank sampah Bekasam.

“Jadi produksi kerajinan tangan ini kita mengedukasi petugas kebersihan dan masyarakat yang ada dì bank sampah tersebut,” ungkap Dìrektur Bank Sampah Bekasam, Cicilia Eny Sulistyandari, ST MM.

Menurut Cicilia, terobosan membuat kerajinan ini bukan semata mensosialisasikan manfaat dari bank sampah saja.

Namun, juga untuk mengedukasi masyarakat bagaimana menciftakan peluang usaha dengan memanfaatkan barang-barang bekas atau sampah bernilai ekonomi.

Ia menjelaskan, barang bekas seperti botol platik dìolah menjadi barang kerajinan seperti kotak tisu, wadah minuman gelas, dan sebagainya.

“Kita ingin bukan sosialisasi ke masyarakat soal bank sampah saja. Tetapi juga langsung memberi contoh yang bermanfaat,” katanya.

Dìkatakan, Bank Sampah dan produksi kerajinan tersebut merupakan inovasi baru DLH OKU Timur tahun ini.

“Kita melihat ibu-ibu PHL ini banyak yang bisa dìberdayakan untuk membuat kerajinan. Sementara bahan baku juga banyak kita dapat dari bank sampah,” katanya.

Tak hanya sekedar produksi saja, para PHL ini juga dìajarkan cara manajerial ekonominya.

“Kita juga ajari cara pembukuan dan menghitung biaya produksi. Sehingga bisa menentukan harga produk kesenian tersebut,” katanya.

Rencananya kata Cicilia, pemasaran hasil produk kerajinan ini akan dìpameran dì stand UMKM dalam rangka HUT OKU Timur, 17 Januari 2024 nanti

Selain itu, produk juga dìpasarkan melalui media sosial milik Bank Sampah Bekasam maupun media sosial Bank sampah Alam Hijau.

“Kedepan kita berharap Pemkab OKU Timur dapat mensupport kegiatan ini agar lebih berkembang. Termasuk juga membantu market penjualannya,” harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKU Timur Feri Hadiansyah ST MM menambahkan, tujuan dìbangunnya bank sampah sebenarnya bukan untuk menyimpan sampah itu sendiri.

Bank sampah merupakan strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah. Sehingga mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah tersebut.

Selain itu, bank sampah juga dapat dìjadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya.

Dengan pola ini, dìharapkan warga menjadi dìsiplin dalam mengelola sampah. Sembaei mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan.

“Tahun 2023 lalu, Pak Bupati telah membangun 14 Bank Sampah sebagai upaya pemanfaatan sampah, terutama yang lokasinya berdekatan dengan pasar,” jelas Feri.

Sehingga kata Feri, hal ini bisa memudahkan pengelola bank sampah dalam mengumpulkan sampah-sampah yang sering berceceran, termasuk sampah kemasan plastik dan botol plastik.

Hal ini adalah cara untuk menyulap sampah menjadi uang, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dari sampah khususnya plastik sekaligus bisa dìmanfaatkan kembali (reuse).

“Kita sangat mengapresiasi inovasi yang dìlakukan oleh teman-teman pengrajin bank sampah. Kedepan akan kita support agar lebih berkembang,” pungkasnya. (gas).

No More Posts Available.

No more pages to load.