Panen Padi Petani di OKU Timur Anjlok 80 Persen, Ini Penyebabnya

oleh
Panen Padi Petani di OKU Timur Anjlok 80 Persen, Ini Penyebabnya
Parsid, petani asal Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang, mengaku mengalami kerugian besar akibat hasil panen merosot karena serangan hama penggerek batang. Foto: indra/idsumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM –  Hasil panen padi dì Kabupaten OKU Timur pada awal 2026 ini anjlok drastis hingga mencapai 80 persen dì sejumlah wilayah.

 

 

Hal ini dìakibatkan serangan hama penggerek batang yang terjadi sejak awal masa tanam hingga panen.

 

Kondisi ini membuat musim panen yang biasanya dìnanti sebagai sumber penghasilan utama, justru berubah menjadi masa penuh kekhawatiran bagi para petani.

 

 

Serangan hama yang masif dìperparah oleh tingginya curah hujan serta lemahnya pengendalian sejak dini. Akibatnya, banyak tanaman padi gagal berkembang dan tidak menghasilkan bulir.

 

 

BACA JUGA: Penyelundupan Pupuk Subsidi 10 Ton ke Pangkalpinang, Polisi Buru Distributor Asal OKU Timur

 

 

Hama penggerek batang menyerang bagian dalam batang tanaman, merusak jaringan hingga menyebabkan tanaman menguning, kosong, dan akhirnya tidak berisi.

 

 

Dampaknya tidak hanya menurunkan produktivitas tanaman padi, tetapi juga merusak kualitas gabah.

 

 

Petani Merugi, Modal Tak Balik

 

 

Parsid, petani asal Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang, menjadi salah satu korban dari ganasnya serangan hama tersebut.

 

 

BACA JUGA: Dinas Pertanian OKU Timur Selidiki Distributor Penyelundupan Pupuk Subsidi 10 Ton, Dukung Polisi Usut Tuntas

 

 

Ia mengaku mengalami penurunan hasil panen yang sangat drastis dìbandingkan musim sebelumnya.

 

 

“Kalau dìbandingkan tahun lalu, hasilnya turun jauh. Banyak batang kosong, tidak berisi. Modal saja belum tentu kembali,” ungkapnya, Kamis (16/4/2026).

 

 

Ia menjelaskan, biasanya lahan seperempat hektare mampu menghasilkan sekitar 15 karung gabah kering panen.

 

 

Namun pada musim ini, hasilnya hanya berkisar 2 hingga 3 karung. “Sekarang paling banyak 3 karung, bahkan ada yang cuma 2,5 karung. Ini sangat jauh dari biasanya,” katanya.

 

 

BACA JUGA: Bawa Senpi dan Sajam, Dua Pemuda di OKU Timur Ditangkap Polisi

 

 

Menurut Parsid, serangan hama kali ini terasa lebih parah karena sudah muncul sejak awal tanam dan menyebar dengan cepat.

 

 

Upaya pengendalian yang dìlakukan petani pun dìnilai belum mampu mengimbangi laju serangan.

 

Distan Dorong Pengendalian Hama

 

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian (Distan) OKU Timur, Niswaturrohmah, membenarkan tingginya tingkat serangan hama penggerek batang tahun ini.

 

 

Ia menyebut, kondisi tersebut terjadi secara merata dì beberapa sentra pertanian. Curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor utama.

 

 

BACA JUGA: Pembunuhan di Masjid Ponpes Romadhon OKU Timur, Pemuda Tikam Kakek Hingga Tewas

 

 

“Lingkungan yang lembap sangat mendukung perkembangan hama, dìtambah pengendalian yang belum optimal,” jelasnya.

 

 

Ia juga menyoroti keterlambatan deteksi dìni sebagai penyebab meluasnya serangan.

 

 

Oleh karena itu, petani diimbau untuk rutin melakukan pemantauan kondisi tanaman dan segera mengambil langkah pengendalian sejak gejala awal muncul.

 

 

Dìnas Pertanian mendorong penerapan pengendalian hama terpadu, seperti penggunaan varietas tahan hama.

 

 

BACA JUGA: Brutal! Warga OKU Timur Ditembak dan Ditikam di Kebun Kopi, Pelaku Dibekuk di Lampung

 

 

Kemudian, pola tanam serempak, serta pemanfaatan agen hayati sebagai solusi jangka panjang.

 

 

“Kami akan meningkatkan pendampingan dan sosialisasi. Agar petani lebih siap menghadapi ancaman serangan hama dì musim berikutnya,” tegasnya.

 

 

Dengan kondisi tersebut, banyak petani dì kabupaten berjuluk lumbung pangan Sumsel ini kini terancam tidak balik modal.

 

 

BACA JUGA: Sempat Buron, Pelaku Begal Ngaku Polisi Ditangkap Polres OKU Timur

 

 

Jika tidak ada langkah penanganan yang cepat dan efektif, krisis produksi padi dìkhawatirkan berdampak lebih luas terhadap ketahanan pangan dan ekonomi petani. (gas).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.