OKU, IDSUMSEL.COM – Program 100 hari kerja ternyata tak berlaku bagi pasangan Bupati-Wabup OKU, H Teddy Meilwansyah– Marjito Bachri (Teddy-Marjito).
Dìmana, pasangan Teddy- Marjito akan fokus terhadap realisasi program-program yang telah dì usung oleh keduanya dalam 5 tahun mendatang.
Hal ini dìtegaskan langsung Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah SSTP saat dìbincangi wartawan okusatu.id (grop idsumsel), Jumat 07 Maret 2025 malam.
BACA JUGA: Teddy-Marjito Gratiskan Air PDAM Selama Ramadan
“Kami tidak ada program 100 hari kerja, yang ada program 5 tahun,” tegas Teddy.
Teddy menjelaskan, bagaimana selama 5 tahun memimpin OKU, semua program dalam visi misi pada pencalonan dapat terealisasi.
Sebab kata Teddy, realisasi program-progeam ini tentu dìlakukan secara bertahap. Hal ini sesuai kemampuan keuangan daerah dengan kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA: Pejabat OKU Ketar Ketir, Dulu Gagah, Sekarang Cak Ayam Sakit
“Pokoknya 20 program yang ada dalam visi misi akan kita laksanakan dalam kurun 5 tahun,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Teddy meminta agar semua pihak mulai dari OPD, ASN dan masyarakat dapat mendukung program yang telah dobuat.
BACA JUGA: Jadi Bandar Narkoba, Mahasiswi di OKU Ditangkap
“Mari kita sama-sama bersatu untuk membangun OKU,” tandasnya.
Teddy-Marjito Tancap Gas Program
Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah dan Wakil Bupati OKU H Marjito Bachri resmi dì lantik, Kamis 20 Februari 2025.
Keduanya dìlantik bersama ratusan kepala Daerah oleh Presiden RI Prabowo Subianto dì Istana Negara Jakarta.
Pasca pelantikan, keduanya sepakat untuk tancap gas merealisasikan visi misi yang sebelumnnya menjadi janji kepada masyarakat.
Mantan Pj Bupati OKU ini, mengajak semua ASN untuk memaksimalkan sumber daya manusia guna percepatan pembangunan OKU lebih baik.
“Kecuali, mereka yang tidak mau bersama-sama. Yang mau bergabung akan kami hargai,” tegas Teddy.
BACA JUGA: Honorer OKU Galau, Kelulusan 102 PPPK Dibatalkan, Apa Alasannya??
Menurut Teddy, menjalankan roda pemerintahan perlu dukungan semua pihak, selain sumber daya manuasi dan anggaran.
“Kita mengajak yang mau bergabung untuk OKU lebih baik. Semuanya akan kita hargai, kecuali yang tidak mau sama-sama,” pungkasnya. (15/gas).







