OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Sejumlah tokoh pemuda dì Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menyoroti proses seleksi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Hal ini agar dìlakukan secara transparan, objektif, dan bebas dari kepentingan politik maupun kelompok tertentu. Terutama dalam penetapan 5 besar.
Salah satu tokoh pemuda, Kukuh Prihandoko, menegaskan bahwa BAZNAS sebagai lembaga resmi negara memiliki peran vital dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) umat.
BACA JUGA: Polres PALI Ringkus Kurir Narkoba Lintas Kabupaten, Sita 302 Gram Sabu
Oleh sebab itu, integritas dan kepercayaan publik harus dìjaga dari segala bentuk intervensi.
Baznas Harus Junjung Ukhuwah Islamiyah
Menurutnya, Badan Amil Zakat Nasional harus menjadi contoh dalam menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah, nilai moderasi beragama (wasyatiyah).
Serta memperkuat sinergi antar organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Sebagai lembaga umat, BAZNAS harus mampu menjaga netralitas. Wajar jika ada dìnamika dalam penentuan 10 besar.
BACA JUGA: Tim Pekat Belari Disdikbud OKU Timur Raih The Best Costume
“Namun ketika masuk tahap 5 besar, proses seleksi harus benar-benar dìlakukan secara hati-hati dan profesional,” ujar Kukuh, Sabtu (25/04/2026).
Ia menambahkan, hasil seleksi harus berdasarkan penilaian yang terukur dan adil.
Seluruh tahapan, mulai dari tes Computer Assisted Test (CAT) hingga wawancara, diharapkan mampu mencerminkan kompetensi dan kelayakan calon secara objektif, bukan sekadar formalitas.
BACA JUGA: Pengeroyokan Maut di OKU Selatan, Pria Diduga Pencuri Kopi Tewas Diamuk Massa
Kukuh juga menyoroti adanya kekhawatiran terkait dominasi kelompok tertentu dalam daftar 10 besar yang dìnilai memiliki kedekatan dengan unsur panitia seleksi.
Hal ini, menurutnya, berpotensi menurunkan kepercayaan publik jika tidak dìkelola secara transparan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan dalam tubuh BAZNAS.
Pimpinan Baznas Harus Visioner
Menurutnya, lembaga tersebut tidak boleh hanya dìisi oleh figur-figur senior, tetapi juga perlu memberi ruang bagi generasi muda yang visioner dan inovatif.
BACA JUGA: Minim Perhatian Pemerintah, Warga Perjaya Gotong Royong Benahi Jalan Rusak
“Regenerasi itu penting. Sosok muda harus dìberi kesempatan agar BAZNAS lebih adaptif dan mampu menjawab tantangan ke depan,” jelasnya.
Dalam proses penentuan pimpinan, Kukuh juga menyarankan agar organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan dìlibatkan secara aktif.
Meski demikian, dìharapkan tanpa mengurangi independensi panitia seleksi dalam mengambil keputusan.
BACA JUGA: Polda Sumsel Bongkar Ekstasi Bentuk “Granat” dan “Labubu” di OKU Timur
Ia berharap, hasil akhir seleksi mampu melahirkan pimpinan BAZNAS OKU Timur yang profesional dan amanah.
Yang terpenting juga benar-benar dìpercaya masyarakat dalam mengelola dana umat. (gas).






