Dari uang Rp 900 ribu tersebut, Rp 100 ribu diantaranya adalah uang palsu.
“Iya jadi tiga orang itu hanya menerima Rp 800 ribu, sedangkan Rp 100 ribu yang masing-masing mereka terima itu palsu. Jadi totalnya Rp 300 ribu uang palsu,” ujarnya.
Agus mengatakan bahwa orang yang pertama kali mengambil uang tersebut dari Bank Sumsel Babel di Tulus Ayu adalah bendahara desa pada Senin (30/8/2021) dengan total 10,8 juta.
Setelah uang itu dìambil oleh bendahara desa, keesokan harinya uang tersebut dìbagikan kepada para penerima BLT DD.
“Saat itu saya juga ikut membagikan, dìsaksikan langsung oleh Camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa dan Bendahara Desa,” ujarnya.