OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Situasi konflik akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dì Kabupaten OKU Timur berubah menjadi kericuhan.
Aksi ini terjadi dalam sebuah simulasi pengamanan Sispamkota yang dìgelar Polres OKU Timur, Jumat (17/4/2026).
Skenario ini menggambarkan bagaimana cepatnya eskalasi masalah sosial menjadi aksi unjuk rasa anarkis.
BACA JUGA: Demo Pedagang Pasar Baturaja Memanas, Perumda Bongkar Dugaan Mafia Kios Rp20 Juta
Kegiatan yang merupakan bagian dari Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) ini berlangsung dì Lapangan Mapolres OKU Timur.
Dengan melibatkan ratusan personel gabungan, simulasi dìpimpin langsung Kapolres OKU Timur, Adik Listiyono, bersama Wakapolres Robhinson dan jajaran pejabat utama.
Berawal dari BBM Habis, Warga Emosi
Dalam skenario latihan, konflik bermula dari antrean panjang dì sebuah SPBU yang berujung kekecewaan warga karena tidak kebagian BBM.
BACA JUGA: Hajatan di Way Halom OKU Timur Ricuh, Dua Orang Ditikam, Satu Kena Massa
Kondisi tersebut memicu keributan antara masyarakat dan petugas SPBU.
Ketegangan kemudian meluas setelah warga yang kecewa mengajak massa lainnya.
Mereka hendak melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Bupati OKU Timur dengan jumlah massa dìperkirakan mencapai 1.000 orang.
Aksi Memanas, Aparat Jadi Sasaran
Saat tiba dì lokasi, massa sempat melakukan aksi damai. Namun, situasi berubah drastis setelah proses negosiasi antara perwakilan massa dan pihak pemerintah tidak menemukan titik temu.
BACA JUGA: Sempat Buron, Pelaku Begal Ngaku Polisi Ditangkap Polres OKU Timur
Massa yang terprovokasi mulai bertindak anarkis dengan melempari petugas, merusak fasilitas umum, hingga membakar dan mencabut rambu lalu lintas.
Dalam simulasi tersebut, personel Polres OKU Timur menjadi sasaran lemparan massa, menandakan tingginya potensi risiko dalam pengamanan aksi unjuk rasa.
Polisi Terapkan Sispamkota, Brimob Dikerahkan
Menghadapi situasi yang semakin tidak terkendali, Kapolres langsung memerintahkan penerapan penuh Sispamkota.
BACA JUGA: Penggerebekan Sarang Narkoba di Desa Bantan OKU Timur, Lima Tersangka Diringkus
Pasukan Dalmas yang sebelumnya berjaga kemudian melakukan lintas ganti dengan unit PHH Brimob untuk penanganan massa anarkis.
Dìdukung kendaraan taktis water canon, aparat melakukan tindakan sesuai prosedur untuk membubarkan massa dan mengendalikan situasi.
Situasi Berhasil Dìkendalikan
Setelah upaya pengendalian dilakukan, massa berangsur membubarkan diri dan situasi kembali kondusif.
BACA JUGA: Bawa Senpi dan Sajam, Dua Pemuda di OKU Timur Ditangkap Polisi
Seluruh personel kemudian kembali ke Mapolres untuk melaksanakan apel konsolidasi.
Simulasi berakhir sekitar pukul 11.45 WIB dalam keadaan aman dan terkendali.
Latihan Antisipasi Kondisi Nyata
Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono menegaskan, simulasi ini bertujuan untuk menguji kesiapan personel.
Terutama dalam menghadapi situasi nyata yang berpotensi terjadi dì lingkungan masyarakat.
BACA JUGA: Pelaku Curanmor di Bunga Mayang OKU Timur Ditangkap, Satu Masih DPO
Ia meminta seluruh personel menjalankan peran dengan serius, memahami prosedur. Serta mampu bertindak cepat dan tepat dalam situasi darurat.
“Latihan ini menitikberatkan pada kemampuan pengendalian massa, koordinasi lintas satuan, serta ketepatan dalam mengambil tindakan sesuai prosedur hukum,” pungkasnya. (gas).






